Beranda Dinamika Gerakan

Workshop Nasional : Perumusan Sistim Kepemimpinan Perempuan

138
BERBAGI

presentasi peserta2

Selama empat hari dari tanggal 28 Juli sampai 31 Juli 2004 HAPSARI menyelenggarakan workshop nasional untuk merumuskan tentang Sistim Kepemimpinan Perempuan yang diikuti oleh 29 orang peserta, dari 8 propinsi di Indonesia (Sumatera Utara, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Sulawesi Tengah). Semua peserta berasal dari serikat perempuan anggota dan calon anggota HAPSARI yang sebelumnya sudah menjadi peserta pendidikan kepemimpinan di serikat atau komunitasnya masing-masing, kecuali peserta dari Jawa Tengah.

“Ini adalah bagian dari sekolah politik perempuan desa yang dirancang HAPSARI dan dikelola melalui Komisi Politik di HAPSARI. Kami mencoba menerapkan beberapa panduan yang telah ada di HAPSARI untuk diuji coba dan disempurnakan bersama,” demikian penjelasan Zulfa Suja, Ketua Pelaksana Harian HAPSARI.

Fokus materi pembahasan kali ini adalah tentang kepemimpinan politik perempuan. Beberapa pertanyaan yang hendak dijawab dalam pertemuan ini adalah ; Bagaimana paham tentang kepemimpinan perempuan, strategi yang harus dirancang dan dilakukan, Media yang akan digunakan serta Area Perjuangan atau kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan. Dan salah satu area perjuangannya adalah partai politik. Tambah Zulfa.

Di pandu oleh narasumber dan fasilitator, peserta berusaha merubah pandangan yang salah tentang politik selama ini, bahwa politik selalu dianggap sebagai sesuatua yang negatif, keras, penuh intrik, perebutan kekuasaan, berada di luar rumah dan bukan urusan perempuan. Bahwa politik hanya dihubungkan  dengan kekuasaan atau mereka yang berkuasa dan perempuan (sebagai kaum yang diperintah) yang  sering dianggap tidak berdaya dan tidak bersuara maka dianggap tidak ada urusaannya dengan politik dan partai politik. Bahwa politik selama ini selalu dipersepsikan hanya milik kalangan pemegang kekuasaan formal (laki-laki) sehingga mengakibatkan terjadinya proses peminggiran terhadap perempuan.

Salah satu metode menerapkan kepemimpinan dan melakukan pendidikan kepemimpinan yang paling menarik perhatian peserta adalah melalui teater yang diterapkan oleh Serikat Perempuan Independen (SPI) kabupaten Deli Serdang, salah satu anggota HAPSARI. Ibu Riani menceritakan pengalamannya tentang teater dan memutar CD salah satu pementasan teater yang mereka lakukan. “Kami minta model teater ini di kembangkan di kelompok kami di Sukabumi, ya,” pinta Ibu Khozanah dari Jawa Barat. Program ini terselenggara bekerjasama dengan Yayasan Tifa Jakarta.***(Ura)

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here