
Tonggak Perempuan Akar Rumput Menjadi Subjek Gerakan
Lahirnya Serikat Perempuan Independen (SPI) Sumatera Utara merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah HAPSARI. Peristiwa ini menandai fase ketika perempuan akar rumput tidak lagi hanya ditempatkan sebagai kelompok dampingan atau penerima manfaat program, tetapi mulai membangun organisasi, memilih pemimpin, mengambil keputusan, dan merumuskan arah perjuangannya sendiri.

SPI Sumatera Utara lahir dari proses panjang pengorganisasian perempuan yang dibangun HAPSARI di berbagai komunitas. Setelah Reformasi 1998, ruang politik mulai terbuka, tetapi keberanian perempuan untuk berorganisasi tidak muncul secara tiba-tiba. Ia tumbuh dari pertemuan-pertemuan kecil, pendidikan kritis, pengalaman menghadapi kekerasan dan diskriminasi, serta kesadaran bahwa persoalan perempuan membutuhkan wadah perjuangan yang mandiri.
Dalam sejarah HAPSARI, SPI Sumatera Utara menjadi penanda penting bahwa perempuan akar rumput mampu hadir sebagai subjek gerakan. Mereka bukan hanya berbicara tentang kehidupannya sendiri, tetapi juga membangun kepemimpinan, solidaritas, dan organisasi yang berangkat dari pengalaman komunitas.
Baca di sini, dokumen lengkap: Lahirnya SPI Sumatera Utara.
