Layanan Berbasis Komunitas atau LBK adalah inisiatif HAPSARI untuk memperkuat peran komunitas dalam pencegahan, penanganan, pendampingan, dan pemulihan perempuan korban kekerasan. LBK lahir dari pengalaman panjang HAPSARI mendampingi perempuan akar rumput, terutama ketika layanan formal masih sulit diakses, jauh dari desa, terbatas sumber dayanya, atau belum sepenuhnya berpihak kepada korban.
Bagi HAPSARI, penanganan kekerasan terhadap perempuan tidak cukup hanya bertumpu pada lembaga layanan di tingkat kabupaten/kota. Korban sering kali pertama kali berhadapan dengan lingkungan terdekatnya: keluarga, tetangga, tokoh masyarakat, kelompok perempuan, aparat desa, dan komunitas. Karena itu, komunitas perlu memiliki pengetahuan, keberpihakan, dan kemampuan dasar untuk mendukung korban, bukan menyalahkan atau membungkamnya.
LBK bekerja dengan prinsip bahwa perempuan korban kekerasan berhak atas rasa aman, kebenaran, keadilan, pemulihan, dan dukungan sosial. Melalui LBK, komunitas didorong untuk membangun lingkungan yang lebih peka terhadap kekerasan berbasis gender, berani berpihak kepada korban, membantu proses rujukan, serta mendorong agar kekerasan tidak berulang.
Dalam praktiknya, LBK menjalankan berbagai peran: menjadi ruang informasi dan pengaduan awal, mendampingi korban mengakses layanan, membangun diskusi komunitas, memperkuat paralegal dan relawan komunitas, menghubungkan korban dengan lembaga layanan, serta mendorong kebijakan desa/kelurahan yang lebih responsif terhadap perlindungan perempuan dan anak.
Pengalaman HAPSARI menunjukkan bahwa LBK mampu menggerakkan kolaborasi dari tingkat desa hingga kabupaten. LBK tidak hanya memperkuat keberanian korban untuk melapor, tetapi juga mengubah cara pandang masyarakat: dari menyalahkan korban menjadi memberi dukungan, dari menganggap kekerasan sebagai urusan pribadi menjadi persoalan publik yang harus dicegah dan ditangani bersama.
Bagi HAPSARI, LBK adalah bagian penting dari kerja perlindungan perempuan dan anak berbasis komunitas. Ia menunjukkan bahwa perubahan tidak hanya datang dari layanan formal, tetapi juga dari komunitas yang belajar berpihak, bergerak, dan membangun sistem dukungan yang lebih dekat dengan kehidupan korban.
Pelajari juga kerja HAPSARI dalam Perlindungan Perempuan dan Anak
