Rumah NUSA: Aksi Iklim dari Dapur, Pekarangan, dan Kepemimpinan Perempuan

385
Erwita Poetri, Sekretaris HAPSARI dalam sesi Evaluasi Program Kampung NUSA
Erwita Poetri, Sekretaris HAPSARI dalam sesi Evaluasi Program Kampung NUSA
Hasil Evaluasi dan Pembelajaran Program Kampung NUSA HAPSARI
Hasil Evaluasi dan Pembelajaran Program Kampung NUSA HAPSARI

Perubahan iklim tidak selalu datang sebagai istilah besar dalam dokumen kebijakan. Di desa-desa, ia sering hadir lebih dekat: musim tanam yang berubah, harga pangan yang naik, pekarangan yang makin sempit, dan beban keluarga yang paling cepat dirasakan perempuan. Dari kenyataan itulah HAPSARI mengembangkan Rumah Nutrisi Keluarga (Rumah NUSA) dan Kampung Nutrisi Keluarga (Kampung NUSA) sebagai model ketahanan iklim berbasis komunitas.

Rumah NUSA dan Ruang Belajar Perempuan

Kentang Gantung: karbohidrat poengganti beras di halaman Rumah NUSA
Kentang Gantung: karbo hidrat poengganti beras di halaman Rumah NUSA

Sejak 2022, inisiatif ini tumbuh dari ruang yang sederhana: dapur, pekarangan, polybag, lahan tidur, hingga tanah bengkok desa. Perempuan belajar menanam pangan lokal, mengelola rumah bibit, berbagi bibit dengan warga, dan memperkuat ketahanan pangan keluarga. Namun Rumah NUSA bukan hanya kegiatan menanam. Ia menjadi ruang belajar, ruang pengorganisasian, dan ruang kepemimpinan perempuan akar rumput untuk menjawab krisis iklim dari tingkat paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam dua tahun pelaksanaan, model ini menunjukkan hasil yang nyata. Tujuh Peraturan Desa lahir untuk mendukung ketahanan pangan dan ketahanan iklim. Sebanyak 150 perempuan kader terlatih sebagai pemimpin komunitas untuk aksi iklim. Rumah Bibit berkembang sebagai Layanan Berbasis Komunitas, tempat warga memperoleh bibit, pengetahuan, dan dukungan bersama. Ratusan perempuan juga terlibat dalam proses pendidikan, dialog rumah tangga, dan aksi kolektif yang memperkuat kepercayaan diri mereka dalam mengambil keputusan di keluarga, komunitas, dan desa.

Tiga Kekuatan Kampung NUSA

Workshop evaluasi dan pembelajaran program Kampung NUSA
Workshop evaluasi dan pembelajaran program Kampung NUSA

Kekuatan Kampung NUSA terletak pada pendekatannya yang menyatukan tiga hal: kepemimpinan perempuan, pengorganisasian komunitas, dan kerja sama multi-pihak. HAPSARI membuktikan bahwa ketahanan iklim tidak hanya dibangun melalui infrastruktur fisik, tetapi juga melalui transformasi sosial. Ketika perempuan memiliki pengetahuan, ruang bicara, dan dukungan kolektif, mereka mampu menggerakkan keluarga, mempengaruhi kebijakan desa, dan menjaga pangan dari halaman rumah sendiri.

Pendekatan ini juga memperlihatkan potensi replikasi yang kuat. Modelnya sederhana, dekat dengan kebutuhan warga, dan mudah diadaptasi sesuai konteks lokal. Kolaborasi dengan pemerintah desa, pemerintah daerah, akademisi, dan mitra strategis menjadi bagian penting agar praktik baik ini tidak berhenti sebagai kegiatan proyek, tetapi berkembang menjadi model pembelajaran dan kebijakan ketahanan iklim yang lebih luas.

Ruang Kolaborasi

Ke depan, HAPSARI membuka ruang kolaborasi dengan donor, pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan jaringan masyarakat sipil untuk memperkuat, mendokumentasikan, serta memperluas pembelajaran Kampung NUSA dan Rumah NUSA. Sebab di tengah krisis iklim, solusi yang paling tahan sering kali justru tumbuh dari tempat yang paling dekat: dari dapur, dari tanah, dari kerja kolektif, dan dari kepemimpinan perempuan akar rumput.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here