Beranda Dinamika Gerakan

1994 : Inspirasi Seorang Simbok

156
BERBAGI

“Nek Wani Ojo Wedi-wedi, Nek Wedi Ojo Wani-wani” 


alm.simbok
Alm.Simbok, Inspirasi HAPSARI

Tahun 1994, atas kemurahan hati seorang Simbok (Ibunda Pak Darno, seorang aktifis Ornop kala itu)  sambil bekerja mengajar di sebuah sekolah swasta (Madrasah Tsanawiyah di Desa Bingkat), Lely tinggal (menumpang sementara)  di rumah Simbok. Di salah satu ruangan rumah Simbok ini pula Lely menjadikannya sebagai Sekretariat HAPSARI pertama kali. Simbok yang juga  aktifis perempuan pada masanya dulu, adalah inspirasi bagi HAPSARI. Beliau selalu melindungi rapat-rapat HAPSARI dari “intaian” kecurigaan aparat dan warga kala itu. Beliau juga selalu mengingatkan agar HAPSARI konsisten dalam melakukan kerja-kerja pemberdayaan untuk perempuan desa. Sebuah pesan yang paling berpengaruh bagi aktifis HAPSARI kala itu adalah : “Nek wani ojo wedi-wedi, Nek wedi ojo wani-wani”. 

Di rumah Simbok inilah rasa percaya diri sebagai sebuah “organisasi” mulai berkembang dalam diri pendiri dan pengurus HAPSARI kala itu. Aktifitas administrasi organisasi HAPSARI mulai ditata, pertemuan-pertemuan dengan jaringan, rapat-rapat organisasi dan pengarsipan mulai dilakukan. Perluasan gagasan pengorganisasian perempuan desa juga dimulai dari sini.***

lely dkk di rumah simbok
lely, sri dan amni, sering diskusi tentang "mimpi bersama" di sini.
di rumah simbok
Lely, bekerja di sekretrariat, di rumah Simbok


Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here