Beranda Dinamika Gerakan

1990 : Mulai Dari Desa Sukasari

208
BERBAGI
Lely, jalan kaki menuju rumahnya di Desa Sukasari
Lely, jalan kaki menuju rumahnya di Desa Sukasari

HAPSARI mulai dirintis berdirinya pada tahun 1990, di Desa Sukasari kecamatan Perbaungan, kabupaten Deli Serdang. Tempat ini berada kira-kira 80 km dari kota Medan, ibu kota propinsi Sumatera Utara, oleh beberapa orang perempuan desa biasa. Tahun 2004 terjadi pemekaran kabupaten Deli Serdang dan kecamatan Perbaungan, sehingga Desa Sukasari kini berada di kecamatan Pegajahan kabupaten Serdang Bedagai.

Penggagas berdirinya HAPSARI adalah Lely Zailani, yang ketika itu, dalam usia remaja (baru saja tamat SLA) merasakan kegelisahan mendalam, karena berbagai masalah ketidak adilan jender yang dialaminya dalam keluarga; beban kerja yang cukup berat sebagai anak perempuan, tekanan ekonomi yang menyebabkan hidupnya bersama sang Ibunda (Almarhum) harus selalu prihatin, serta kuatnya “garis batas” yang membedakan perlakuan antara anak laki-laki dengan anak perempuan dalam keluarganya. Lely sering keluar rumah, mencari “kebebasan” keluar dari “kesumpekan hidupnya”, mencari teman untuk berdiskusi mengenai kegelisahannya. Ia bertemu Bik Salem (almarhun) yang ketika itu adalah korban KDRT, Bik Dartik, seorang ibu muda yang baru saja menjadi janda dan harus menerima “cap negatif” sebagai janda. Lely juga bertemu dengan Neni Dwiani (Almarhum), seorang teman sebaya yang juga gelisah, karena mengalami berbagai “pembatasan” dari kedua orangtuanya ketika harus bergaul dalam lingkungannya.

SBA 1990, numpang di rumah Mang Wiro
SBA 1990, numpang di rumah mang Wiro

Sampai akhirnya, bersama teman-temannya itu Lely mendirikan kelompok bermain anak, berupa Sanggar Belajar Anak (SBA), setingkat dengan Taman Kanak-kanak. Di sinilah Lely dan teman-temannya mengekpresikan “pembebasan” diri mereka.

Secara formal tanggal 14 Maret 1990 dicatat sebagai “Hari Kelahiran” HAPSARI.Karena pada tanggal 14 Maret 1990 itu untuk  pertama kalinya kata “HAPSARI” digunakan sebagai nama Kelompok Perempuan dalam sebuah pertemuan Organisasi Non Pemerintahyang dihadiri oleh Lely Zailani dan Neni Dwiani (Pendiri Kelompok HAPSARI.

Kata HAPSARI berasal dari akronim: “Harapan Desa Sukasari” yaitu nama Sanggar  Belajar Anak (setingkat Taman Kanak-kanak). Sanggar Belajar Anak ini didirikan oleh Lely Zailani dan Neni Dwiani yang merupakan kegiatan pertama  mereka di Desa Sukasari, sebelum mengembangkan kegiatan-kegiatan lainnya. Namun sejak tanggal 14 Maret 1990 itu, kata “HAPSARI” yang dimaksud bukan lagi “Harapan Desa Sukasari” sebagai nama Sanggar Belajar Anak, melainkan nama sebuah Kelompok Perempuan Desa yang mempunyai cita-cita dan “mimpi besar” untuk memajukan kaum perempuan desa dan anak-anak.***

Alm.Neni (kanan)i dan Wanti, pengasuh SBA
SBA
Kegiatan Anak SBA bersama Ibunya

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here