Beranda Referensi

Memahami Pemikiran Alexandra Kollontai (4)

113
BERBAGI

Internasional Ketiga (The Third International)
23 Oktober 1915

Alexandra Kollontai
†- Alexandra Kollontai berada di Amerika Serikat sekitar 5 bulan, memberikan ceramah ilmiah di berbagai mata kuliah. Ia kembali ke Eropa17 Februari 1916
Diterbitkan dalam The American Socialist [Chicago], v. 2, no. 15, whole no. 155 (Oct. 23, 1915), halaman 2.

Catatan:
Alexandra Kollontai baru saja tiba di negeri ini (Amerika peny.) dari perang yang merobek Eropa dan sekarang sedang berkeliling ke seluruh negeri dibawah arahan federasi jerman dari partai nasional sosialis. Dalam artikel ini Ia menguraikan pendapatnya tentang reorganisasi kekuatan sosialis internasional.

Ketika dalam jarak di masa depan beberapa ahli sejarah harus menggambarkan tahun-tahun berdarah penuh horor, dan menjelaskan krisis yang mengecewakan dalam gerakan buruh dan pembagian serta akhir dari internasional sosialis, para ahli sejarah itu akan terikat untuk menyatakan: “dalam kedalaman, disamping segala gejolak akan kepercayaan dan pesimis, di samping ketidakberdayaan dan ketidakpercayaan satu sama lain, muncullah pada masa itu benih-benih segar dan penting dari buruh internasional baru, internasional yang telah memenuhi pekerjaan besar yang membebaskan kaum proletar dari penindasan kaum kapitalis.”

Internasional ketiga bukanlah utopia, bukanlah “visi yang tanpa dasar” dari optimisme yang berlebihan. Elemen-elemen untuk membangunnya telah ada diantara kita dan telah terpanggil dalam kehidupan oleh krisis yang terjadi. Perburuhan internasional baru diciptakan oleh beberapa laki-laki seperti Karl Liebknecht, anggota parlemen (Duma) Rusia melemah di Siberia, dari partai sosial demokratik jerman dan rusia dari kelompok “kiri” yang selalu setia dengan prinsip dari perjuangan kelas dan sosialisme.

Elemen-elemen Baru
Perburuhan internasional Ketiga termasuk kawan Italia yang berani yang telah melakukan protes sampai akhir soal pembunuhan rakyat. Dalam internasional baru ada beberapa sosialis dan serikat pekerja Perancis serta sejumlah anggota partai Inggris dari partai buruh internasional dan partai sosialis Inggris, yang telah berjuang, untuk prinsip-prinsip fundamental dari kelas pekerja, mereka juga melakukan protes atas perang dan yang tidak akan melakukan apa-apa dengan ‘perdamaian sipil”. Internasional baru yang akan datang ini terdiri dari para pekerja yang telah memenuhi kewajiban ‘perdamaian sipil’ dengan aksi pemogokan dan pemberontakan.

Tapi senyatanya, landasan tegas dari internasional baru haruslah dibentuk dari pemuda sosialis. Pemuda, pemilik masa depan, pemuda yang membawa sangat sedikit dari masa lalu dan mengharapkan semuanya dari kehidupan yang akan datang dan masa depan. Pemuda, yang memiliki hati belum teracuni dengan mental borjuis kecil dan yang memiliki pandangan yang tidak dapat disimpangi oleh ideologi dari era yang akan berlalu. Pemuda buruh yang berani, revolusioner, dan berkorban yang akan terus menekan maju, dan maju.

Anak dari Segala Usia (All Children of Age)
Bukanlah suatu kecelakaan/kebetulan jika dalam setiap momen sejarah, hanyalah laki-laki yang ‘terbesar/terhebat’ dan yang ‘tertua’ yang mengorbankan ide-ide masa depan menuju masa lalu, ke prinsip-prinsip tua dan kuno. Seseorang mungkin begitu hebat sebagai pemikir dan pejuang, ia harus tetap hanya sebagai anak di eranya (the child of his age). Dan setiap usia memiliki ideologinya sendiri dan tugas progresifnya sendiri. Ketika ‘orang besar’ kita, para pemimpin, meletakkan batu fondasi dari Internasional Kedua, prinsip dari ‘mempertahankan ibu pertiwi” adalah progresif pada masanya. Prinsip demokratis terikat erat dengan perjuangan dari Negara ketiga (third estate) untuk menciptakan Negara kapitalis modern. “Membela ibu pertiwi” ada pada masa mempertahankan demokrasi melawan serangan akhir feodalisme, ketika harus berdiri bagi Negara nasional menghasilkan alas yang tak terpisahkan bagi gerakan kelas proletariat.

Haruslah dipertanyakan atau semata ‘kawan lama’ ‘orang hebat’ yang jasanya bagi gerakan tak ternilai yang melihat ke “mempertahankan ibu pertiwi” sebagai kewajiban tertinggi dari proletariat, dan nampaknya mengabaikan fakta bahwa pemeliharaan solidaritas kelas dari proletariat dunia sekarang telah tertanam dalam tugas lama? Kaum anarkis seperti Kropotkin dan penganut Marxist; Plekhanov, sang orthodox Kautsky dan yang selalu goyah Vandervelde, Adler, and Vaillant, semua bersatu, semua sepakat tentang kefatalan, kesalahan dan prinsip yang absolut: pertama, “ibu pertiwi”, kemudian partai…

Harapan Ada Pada Kaum Muda
Ini terletak di tangan kaum buruh muda untuk menghentikan ide salah ini dan untuk menyerang dengan keberanian segar tugas-tugas baru dari gerakan buruh. Adalah kaum muda buruh yang harus menyatukan kontak-kontak internasional yang tercerai berai. Tetapi ketika internasional baru ini berhubungan dengan kondisi baru dari kehidupan dan menjalankan perang vital dan efektif melawan musuh, internasional ketiga dan baru ini harus memiliki tiga tonggak sebagai landasannya.

Tonggak pertama haruslah mengorganisasikan kesatuan organik dari buruh internasional. Tidak ada yang benar-benar formal, tidak ada yang benar-benar aliansi eksternal dari partai-partai nasional menjadi pusat dari dunia proletariat. Tugasnya harus menggantikan nasionalisme dan mempersempit patriotisme dengan perasaan solidaritas internasional dan menggantikan tuduhan ibu pertiwi dengan tuduhan kelas. Apa yang telah buruh pertahankan dalam negara kapitalis? Pantangan mereka? Eksploitasi yang dialami mereka ? Jaringan mereka? Peran penjaga dari internasional baru haruslah: tidak ada perang dari pertahanan dalam konflik di Negara kapitalis tetapi perang agresif penundukan kelas pekerja melawan seluruh dunia kapitalis.

Taktik-taktik Revolusioner
Tonggak kedua haruslah taktik revolusioner dan metode bertarung untuk mengorganisir proletariat. Kita membela hawa dari perjuangan yang revolusioner, menakjubkan dan tidak terelakkan. Metode produksi kapitalis telah mencapai puncaknya; kepemilikan privat dan batas-batas nasional telah siap berjalan untuk pengembangan selanjutnya. Kondisi telah matang untuk meminta kehidupan memasuki peperangan yang menentukan. Tugas besar kedua dari internasional baru harus dilengkapi oleh proletariat dari segala bangsa untuk perang yang menentukan ini.

Tonggak ketiga: pertarungan yang menentukan dan keras menuju akhir yang pahit melawan perang antara Negara dan bangsa serta melawan dominasi militerisme. Perang antara Negara-negara dan bangsa merampok proletariat dari kekuatannya dan hanya senjata yang tak terelakkan – yaitu solidaritas kelas. Perang melemahkan perasaan kelas dan membawanya dengan ’perdamaian sipil’ aspirasi paling tinggi dari dunia kapitalis. Karena itu, dalah tugas pertama dari kaum muda buruh untuk menggunakan setiap energinya untuk bertemu dengan setiap ancaman perang antaa Negara hanya satu jawaban yangefektif – memanggil ‘teror merah’ ke dalam kehidupan.

Adalah kekuatan kaum muda yang akan membawa semua tugas ini. Pembangunan internasional baru tergantung mereka. Buatlah jalan bagi pemuda sosialis, pewaris masa depan! Dengan segala hormat, kita memberi penghargaan kepada para veteran gerakan, tetapi ini hanya melewati anti-reformasi, anti-militer, pemikiran revolusi dan penggalangan pemuda buruh secara internasional di mana buruh internasional yang baru, kuat dan kreatif dapat terangkat.***

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here