Beranda Dinamika Gerakan

Melihat Potret Diri HAPSARI : Masih Relevan (2)

149
BERBAGI

Ada tiga pertanyaan dalam workshop Strategic Planning yang harus dijawab, dalam rangka melihat “Potret Diri” HAPSARI saat ini (sudah 23 tahun!)potret

 Yaitu :

  1. Apa yang sudah dilakukan dan apa hasilnya?
  2. Siapa saja pihak-pihak yang terlibat (mendukung dan tidak mendukung) dalam kegiatan yang dilakukan?
  3. Bagaimana proses pelibatannya?

Ketiga pertanyaan ini dibahas dan dijawab secara berkelompok per-serikat, dengan acuan kondisi serikatnya masing-masing. Sekaligus menjelaskan bagaimana ke-tiga Isu Strategis HAPSARI dijalankan melalui kegiatan program oleh anggotanya. Jawaban terhadap pertanyaan tersebut merupakan “Potret Diri” dari anggota HAPSARI yang sekaligus akan menjadi potret bagi organisasi HAPSARI yang tergambar sebagai berikut :

 

Potret Diri HAPSARI saat ini :

  1.  “Pusat” pergerakan HAPSARI sesungguhnya berada di serikat-serikat anggotanya (wilayah lokal; desa – kecamatan – kabupaten) dan sangat dipengaruhi oleh konteks sosial, politik, ekonomi lokal yang berkembang.
  2. HAPSARI akan terus bergerak, jika serikat-serikat anggotanya bergerak.
  3. Serikat-serikat anggota HAPSARI memiliki realitas dan kapasitas yang berbeda-beda, sehingga diperlukan intervensi yang berbeda dari HAPSARI sebagai organisasi payungnya. Tetapi, diperlukan arahan kebijakan yang sama menuju pencapaian visi dan misi organisasi.
  4. Representasi gerakan perempuan basis yang dituangkan dalam Isu Strategis antara lain tergambar dalam pilihan bentuk organisasi HAPSARI sebagai federasi.

 

 1.1.     Visi – Misi : Relevansinya dengan Gerakan Perempuan

Sebagai proses internalisasi nilai-nilai perjuangan organisasi, Pengurus dan Anggota HAPSARI juga mengkonfirmasi ulang substansi visi dan misi; relevansinya dengan gerakan perempuan.

Kami mencatat pemahaman dan memaknai bahwa;

  1. Gerakan perempuan memiliki ruang lingkup (tapi tidak terbatas) ; organisasi perempuan, kerja-kerjanya terhadap perempuan, Dilakukan secara sadar, terorganisir dan terpimpin, struktur kepengurusan yang terdiri dari perempuan sendiri, kesadaran bahwa ada keharusan bekerjasama dengan kelompok lain (buruh, tani, masyarakat adat)
  2. Perempuan lokal; adalah seluruh perempuan yang berasal dari wilayah di mana yang bersangkutan hidup (saat ini pilihannya adalah di desa-desa).
  3.  Perempuan basis; adalah seperti kami, perempuan dari populasi yang terpinggirkan; perempuan pedesaan, perempuan yang kurang beruntung secara ekonomi, perempuan dengan latar belakang pendidikan formal yang rendah.
  4.  Kekerasan terhadap perempuan; adalah bentuk-bentuk kekerasan berbasis gender termasuk (tapi tidak hanya terbatas pada) kekerasan di dalam rumah tangga, penganiayaan seksual, pemerkosaan, pelecehan seksual, perdagangan perempuan, pelacuran paksa, dan praktek-praktek yang membahayakan. Selain itu, identitas perempuan yang beragam dan saling bersilangan antara kelas sosial, ras, etnis, agama, keturunan, seksualitas dan status kewarganegaraan bisa menjadi faktor-faktor yang meningkatkan subordinasi dan kerentanan perempuan terhadap kekerasan[1].

 1.2.     Tiga Kebijakan dan Arahan Dewan Pengurus

Paska Kongres Nasional HAPSARI Desember 2013, Dewan Pengurus Nasional HAPSARI menetapkan kebijakan, agar strategi dan implementasi seluruh program dijalankan dalam tiga arah, yaitu : (1) Memperkuat Representasi Gerakan Perempuan Basis, (2) Memperkuat Gerakan Perempuan Nasional, dan (3) Memperkuat Ekonomi Perempuan Pelaku Gerakan dan Organisasi.

(1)   Memperkuat Representasi Gerakan Perempuan Basis;

 §  Selama ini, representasi didefenisikan sebagai konsep politik dalam sistim demokrasi : keterwakilan atau mewakili dari seseorang terhadap sesuatu gagasan. Misalnya;  “dewan perwakilan rakyat” adalah konsep yang mewakili gagasan sebuah sistim politik yang demokratis. Atau, “perempuan basis dan perempuan akar rumput” adalah konsep yang mewakili gagasan tentang keberadaan perempuan desa, perempuan yang terpinggirkan dalam berbagai aspek kehidupan sosial, budaya, ekonomi dan politik.

 §  Representasi gerakan perempuan basis adalah; konsep dan strategi, ketika menyatakan komitmen menjalankan visi, misi dan tujuan didirikannya HAPSARI.Sedangkan gagasan (konsep dan ide-ide) yang diyakini untuk diperjuangkan adalah : gerakan perempuan basis untuk pembebasan dari ketertindasan dan ketidakadilan.

 §  Representasi yang hendak diperkuat adalah bentuk peran aktif dan kreatifitas  memaknai gerakan yang membedakannya dengan dengan orang atau kelompok lain yang tidak sedang merepresentasikan gerakan perempuan basis yang dimaksud HAPSARI.

 (2)   Memperkuat Gerakan Perempuan Nasional

 §  Bagaimanapun juga, sebagai federasi serikat perempuan yang anggotanya menyebar di 5 provinsi dan 9 kabupaten di Indonesia, HAPSARI merupakan representasi dari gerakan perempuan nasional.

 §Bahwa isu-isu advokasi pemenuhan hak-hak perempuan dan penghapusan kekerasan berbasis gender yang dilakukan HAPSARI adalah bagian dari isu advokasi di tingkat nasional.

 §  Perempuan tidak dapat sendiri-sendiri dalam memperjuangkan visi misi, maka HAPSARI juga menjadi bagian dari gerakan rakyat sektoral lainnya (lokal dan nasional).

 §     Bahwa memperkuat gerakan perempuan nasional merupakan salah satu cara untuk mencapai visi – misi.

 (3)   Memperkuat Ekonomi Perempuan Pelaku Gerakan dan Organisasi

 §Konsep feminisasi kemiskinan dengan jelas menggambarkan ketidakadilan dalam soal keterwakilan perempuan di antara orang miskin dibandingkan dengan laki-laki. Perempuan miskin lebih menderita karena pada sebagian besar masyarakat, perempuan masih menjadi subyek dari nilai-nilai sosial yang membatasi mereka dalam meningkatkan kondisi ekonomi atau menikmati akses yang sama pada pelayanan publik.

 §  Di Indonesia, sebagian besar orang miskin adalah perempuan. Di HAPSARI, mayoritas perempuan anggotanya adalah orang miskin. Ketika sumber daya dalam keluarga  terbatas, akses perempuan ke pendidikan akan diutamakan kepada anak laki-laki, asupan gizi diutamakan untuk bapak daripada ibu yang sedang hamil, dan seterusnya.

 §  Tetapi, ketika pendapatan perempuan meningkat dan jumlah perempuan miskin berkurang, anak-anak juga memperoleh manfaat dari perkembangan itu karena dibandingkan dengan laki-laki, perempuan lebih banyak membelanjakan uang mereka untuk keluarga dan khususnya untuk anak-anak.

 §   Menurut HAPSARI, jika perempuan pelaku gerakan meningkat ekonominya (tidak miskin) tidak hanya keluarga yang sejahtera, tetapi akan berkontribusi memperkuat pencapaian visi dan misi gerakan yang selama ini diyakini dan telah dilaksanakan dalam tindakan nyata.

 §Selain itu, organisasi pun dalam menjalankan agenda-agenda gerakannya tidak dapat selamanya bergantung dengan lain, terutama lembaga dana. Maka, kemampuan mengelola sumberdaya untuk kemandirian pendanaan organisasi dan gerakan perlu segera dilakukan.

2.      Tiga Isu Strategis, Tujuan dan Indikator

 Berdasarkan kebijakan dan arahan yang ditetapkaan Dewan Pengurus Nasional HAPSARI, maka Isu Strategis HAPSARI, Tujuan dan Indikatornya sampai tiga tahun mendatang (2014 – 2016) adalah :

  1. Memperkuat Representasi Gerakan Perempuan Basis.
  2. Memperkuat Gerakan Perempuan Nasional.
  3. Memperkuat Ekonomi Perempuan Pelaku Gerakan dan Organisasi.

***

 


[1]Center for Women’s Global Leadership dalam Apa itu Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan?

 

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here