Kampung NUSA Dibahas dalam Rapat Koordinasi Multipihak Pemkab Deli Serdang

11

Menguatkan Kolaborasi untuk Ketahanan Iklim dan Pangan Berbasis Komunitas

HAPSARI bersama Bappedalitbang Kabupaten Deli Serdang menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Kolaborasi Multipihak terkait Penguatan dan Keberlanjutan Inisiatif Program Kampung NUSA di Aula Bappedalitbang Kabupaten Deli Serdang, Rabu (6/5).

Forum yang semula dirancang sebagai dialog multipihak ini berkembang menjadi ruang koordinasi resmi pemerintah daerah. Difasilitasi oleh Bappedalitbang, forum ini mempertemukan HAPSARI dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membahas peluang kolaborasi dalam memperkuat Kampung NUSA sebagai praktik baik berbasis komunitas.

Bagi HAPSARI, forum ini menjadi langkah penting karena Kampung NUSA mulai dibahas sebagai bagian dari isu pembangunan daerah, bukan semata-mata program organisasi masyarakat sipil. Pengakuan ini membuka peluang untuk memperkuat kolaborasi, menyusun tindak lanjut bersama, dan mendorong dukungan kebijakan yang lebih sistematis.

Kampung NUSA sebagai Praktik Ketahanan Keluarga dan Komunitas

Sejak 2021, HAPSARI mengembangkan Kampung NUSA sebagai upaya memperkuat ketahanan iklim dan ketahanan pangan keluarga melalui Rumah Nutrisi Keluarga (Rumah NUSA) dan Rumah Bibit.

Melalui dukungan Yayasan HUMANIS, Rumah Bibit kemudian diperkuat sebagai Pos Rawat Asa—ruang kolektif bagi warga, terutama perempuan, untuk belajar, berbagi, saling menjaga, dan saling menguatkan.

Kampung NUSA dikembangkan dari pengalaman sehari-hari perempuan dalam menjaga pangan keluarga, merawat anak, mengelola dapur, dan memastikan kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi di tengah tekanan ekonomi, perubahan iklim, dan kenaikan harga pangan.

Dampak Perubahan Iklim bagi Perempuan

Dalam paparannya, Erwita Poetri Annisa dari HAPSARI menegaskan bahwa perubahan iklim dan ancaman krisis pangan kini dirasakan langsung di tingkat rumah tangga. Cuaca yang tidak menentu, gangguan panen, kenaikan harga pangan, serta meningkatnya ketergantungan pada pasar membuat keluarga semakin rentan.

Dalam banyak situasi, perempuan menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya karena masih memikul tanggung jawab utama atas pangan, perawatan, dan kebutuhan harian keluarga.

Melalui Kampung NUSA, HAPSARI mendorong gerakan menanam dari rumah, pemanfaatan pekarangan, pengembangan pangan lokal, penguatan Rumah Bibit, pendampingan mentor–mentee, Dialog Rumah Tangga, serta ruang belajar komunitas.

Bagi HAPSARI, ketahanan pangan tidak boleh berhenti sebagai wacana kebijakan. Ia perlu tumbuh sebagai praktik nyata di dapur, pekarangan, kelompok perempuan, dan desa—sekaligus membuka ruang bagi perempuan untuk memimpin perubahan di komunitasnya.

Relevan dengan Pembangunan Daerah dan SDGs

Kepala Bappedalitbang Kabupaten Deli Serdang, Dr. Ir. Remus Hasiholan Pardede, M.Si., melihat Kampung NUSA sebagai inisiatif nyata yang relevan dengan pembangunan daerah dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Kabupaten Deli Serdang.

Program ini dinilai dapat berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan, kesehatan keluarga, pemberdayaan perempuan, lingkungan hidup, ekonomi keluarga, pengurangan kemiskinan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dalam forum tersebut, Bappedalitbang juga memetakan peluang dukungan lintas OPD, antara lain:

  • Dinas Kesehatan, untuk edukasi gizi dan pencegahan stunting;
  • Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian, untuk kebun pangan keluarga, bibit, urban farming, dan pangan lokal;
  • Dinas PMD, untuk integrasi dengan kebijakan desa;
  • Dinas P3AP2KB, untuk pemberdayaan perempuan dan keluarga;
  • Dinas Lingkungan Hidup, untuk pengelolaan sampah;
  • Dinas Koperasi, untuk hilirisasi produk pangan lokal;
  • TP PKK, kecamatan, dan desa, untuk pendampingan keluarga dan penguatan praktik komunitas.

Pemetaan ini menunjukkan bahwa Kampung NUSA memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai model kolaboratif lintas sektor, karena isu pangan, iklim, kesehatan, lingkungan, pemberdayaan perempuan, dan ekonomi keluarga saling terhubung dalam kehidupan warga.

Mendorong Tindak Lanjut Bersama

Ketua Pelaksana Harian HAPSARI, Sri Rahayu, menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat keberlanjutan Kampung NUSA. Ia berharap forum ini dapat ditindaklanjuti melalui pertemuan teknis bersama OPD terkait, penguatan desa model Kampung NUSA, serta integrasi praktik baik komunitas ke dalam perencanaan pembangunan desa dan daerah.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi lintas pihak, Kampung NUSA diharapkan dapat berkembang menjadi model pembelajaran bersama untuk membangun keluarga yang lebih tangguh, perempuan yang lebih berdaya, dan pembangunan Deli Serdang yang lebih inklusif serta berkelanjutan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here