Beranda Kisah Kami

Belajar Terus, Bergerak Terus

148
BERBAGI

Tulisan : Ari Purjantati

Aku adalah pengurus Serikat Perempuan Independen (SPI) Kulonprogo dari tahun 2010 sampai sekarang. Tahun 2012 terpilih di Kongres HAPSARI menjadi anggota Dewan Pengurus Nasional (DPN) perwakilan Region Jawa. Ari PurjantatiJadi selama 3 tahun ini aku ada di dunia gerakan perempuan basis, istilahnya “perempuan akar rumut”. Maksudnya, perempuan di kelas bawah. Ya secara ekonomi di bawah, secara pengetahuan di bawah, juga secara kedudukan (jabatan) berada di bawah. 

Wilayah kerjaku di salah satu kabupaten yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, terletak di sebelah barat kota Jogja tepatnya di perbukitan menoreh. Aku tinggal di desa Banjararum kecamatan Kalibawang (bersebelahan dengan kecamatan Samigaluh), ujung Utara Kabupaten Kulon Progo. Daerah Kalibawang dan Samigaluh itu wilayah anggota SPI Kulon Progo tempatku belajar bersama Ibu-ibu anggota SPI kecamatan, Desa dan Dusun.

Walaupun agak sulit membangun organisasi tapi kami mencoba untuk tetap mengemban visi – misi organisasi  bagaimana perempuan harus belajar, berdaya dan meningkat ekonomi rumah tangganya, agar bisa berorganisasi tanpa beban dan masalah keluarga. Memang agak sulit mengorganisir perempuan desa apalagi wilayah Jogja yang perempuan banyak lebih nrimo (menerima) bahwa mereka harus di rumah mengurus suami dan anak mereka, jadi banyak juga mereka yang takut berorganisasi karena dilarang suami atau karena omongan tetangga, padahal kenyataanya ibu-ibu itu sehari-hari membantu suami bekerja di ladangdan mencari rumput untuk ternak mereka. Tetapi pemahaman tentang pentingnya berorganisasi sudah banyak yang menerima dan mau jadi anggota SPI. Saat ini sudah sampai peningkatan ekonomi perempuan dengan membuat Unit-unit Usaha dan mendirikan Koperasi.

Sebelum berorganisasi aku hanya buruh pabrik dan Ibu Rumah Tangga biasa yang punya rutinitas monoton tak pernah ada hal-hal baru apalagi mengesankan. Tetapi kehidupanku berubah semenjak aku menggeluti kegiatan di Organisasi. Walaupun awalnya hanya coba-coba dan penasaran; “apa sih organisasi perempuan ini?”

Tetapi ternyata sungguh membuat hidupku berubah walaupun baru 3 tahun tapi peningkatan pengetahuan, kapasitas dan punya banyak teman dari berbagai sector. Dari kalangan jaringan perempuan sendiri, jaringan petani, nelayan, buruh dan masyrakat adat yang awalnya dulu sama sekali tidak tau bahwa banyak teman-teman berjuang di bidangnya. Karena setau Ari, berjuang itu di medan perang. Ternyata berjuang untuk rakyat masih dilakukan sampai hari ini.

Pengalaman baru ini membuat Ari sering merasa bangga karena bisa tau tentang dunia luar yang lebih beraneka dengan masalah dan persoalan masing-masing yang membuat wawasan Ari lebih luas lagi.Dan kebanggan lainyang muncul disaat banyak kegiatan yang melibatkan pemerintahan tingkat desa sampai nasional (di Jakarta). Dulu jangankan kenal Camat di daerah….tapi sekarang;dengan Bupatipun sudah sering ketemu dan banyak kegiatan yang dengan mudah mengundang kalangan dari legislative atau Pemda.

Ini karena keberadaan organisasi perempuan yang kami bangun. Juga pergi ke beberapa daerah untuk mengikuti pelatihan, ini menjadi kebanggan tersendiri. Kalau tidak berorganisasi maka aku tidak akan mengenal orang-orang atau datang ke daerah – daerah lain di Indonesia ini.

Pertama kali di organisasi aku hanya sebagai pendengar dan pengamat dan hanya melihat para senior organisasi dari HAPSARI ataupun jaringan yang lain. Wah betapa pintarnya orang-orang ini “batinku” mendengar mereka bicara tentang perjuangan dan tentang kegiatan-kegiatan mereka. Aku ingin jadi seperti mereka pintar dan berwawasan.

Beberapa pendidikan dan pelatihan aku ikuti dan banyak hal baru yang aku temukan. Dulu, aku untuk bicara di forum sama sekali gak berani. Tapi kini walaupun masih sulit tapi aku punya keberanian karena berbekal banyak pengetahuan yang aku dapatkan itu, yang membuat aku sedikit banyak berani bicara dan mulai bisa memfasilitasi beberapa acara walaupun masih di tingkatan kelompok desa atau kecamatan.

Setiap pendidikan, seminar dan pelatihan-pelatihan yang aku ikuti sangat menyenangkan walaupun kadang ari merasa gak pede karena banyak dari mereka yang Sarjana dan banyak pula yang sudah lama di organisasi.Sering Ari kesulitan memahami istilah-istilah bahasa asing yang keluar di forum atau materi-materi belajar. Namun Ari ingin tunjukan bahwa Ari ingin pintar seperti mereka, Ari pasti bisa seperti mereka maka Ari akan  berusaha belajar selalu dan akan terus mengikuti semua pelatihan-pelatihan demi kemajuan Ari dan organisasi.

Tulisan ini pun Ari buat dalam rangka belajar dan untuk membuktikan sama kak Lely bahwa Ari pasti bisa menulis, kalau dikasi kesempaan belajar. Dengan tulisan inilah, akhirnya Ari lolos seleksi di HAPSARI, untuk dikirim mengikuti Civic Jurnalism yang diadakan oleh ProRep – USAID. Ari akan terus belajar, tidak hanya berhenti di sini dan tidak cepat merasa puas. Di organisasi kami memang selalu ada semangat “Belajar Terus, Bergerak Terus”.

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here