Tulisan ini merupakan bagian dari Tonggak HAPSARI, yaitu catatan sejarah yang mendokumentasikan fase-fase penting dalam perjalanan HAPSARI sebagai gerakan perempuan akar rumput di Sumatera Utara.
Bagian ini menelusuri akar awal HAPSARI dari Sanggar Belajar Anak “Harapan Desa Sukasari” menuju pelembagaan sebagai Yayasan HAPSARI. Dari ruang belajar anak, pertemuan ibu-ibu, pengalaman perempuan yang menghadapi kekerasan dan ketimpangan, hingga proses belajar gender dan pengorganisasian komunitas, HAPSARI tumbuh bukan sebagai proyek dari luar, melainkan sebagai gerakan yang lahir dari kebutuhan dan keberanian perempuan desa sendiri.
Catatan ini penting karena menjelaskan mengapa HAPSARI dapat bertahan dan berkembang sampai hari ini: berakar di komunitas, membangun kepercayaan, merawat pengetahuan perempuan, dan terus mencari bentuk organisasi yang sesuai dengan kebutuhan perjuangan.
Untuk membaca versi lengkap silakan klik tautan unduhan berikut: Dari Sanggar Belajar Anak ke Yayasan HAPSARI.
