Beranda Media Gerakan

Kami Main Teater

191
BERBAGI
teaterperempuan-spi1
Teater HAPSARI dalam aksi di jalanan

FederasiHapsari: Pada awalnya, kami tidak pernah memikirkan apakah metode kegiatan yang kami lakukan ini disebut teater atau bukan. Kami hanya ingin menggunakan berbagai macam metode atau pendekatan yang sedapat mudah dilakukan sesuai dengan kemampuan kami yang hanya organisasi perempuan basis. Kami hanya berusaha keras melakukan berbagai metode pendidikan untuk menguatkan kaum perempuan desa, menguatkan kepercayaan diri, keberanian dan kemampuan membangun organisasi perempuan basis yang mewadahi kami dalam memperjuangkan cita-cita kami, sebuah kehidupan yang lebih adil dan sejahtera. Salah satu metode yang kami temukan waktu itu adalah melalui pementasan teater. Salah satu pementasan teater perempuan HAPSARI

Untuk tujuan itu, menjadi permain teater bagi kami tidak sulit. Kami hanya dituntut untuk dapat merasakan sendiri bahwa ada masalah ketidak adilan, masalah kemiskinan, kekerasan terhadap perempuan dan sebagainya yang sesungguhnya bukan takdir, jadi, dapat dirubah. Berbagai permasalahan tersebutlah yang ingin kami ”suarakan” kepada masyarakat luas, terutama kepada sesama kaum perempuan. Dengan menyuarakan persoalan-persoalan  masyarakat melalui teater, kami menginginkan tumbuhnya semangat atau solidaritas untuk saling menguatkan.

Ketika tahun 2000, ketika kami mengadakan sebuah workshop : Teater sebagai Media Pendidikan dan Penguatan untuk Perempuan, Ibu Lena Simanjuntak Mertes, (sutradara perempuan alumni IKJ, sekarang bermukim di Koln – Jerman) yang hadir sebagai narasumber mengatakan bahwa ”teater adalah cerminan dari kehidupan masyarakat, kehidupan kita. Cuma, selama ini teater lebih banyak di nikmati oleh kalangan seniman saja, padahal teater adalah milik rakyat,”

Mendapatkan motivasi yang sedemikian dari seorang seniman dan sutradara (dan perempuan lagi), kami jadi tambah bersemangat. Sejak itu di HAPSARI teater bukan cuma sebuah kegiatan pementasan, tetapi sebagai salah satu metode untuk mengembangkan pendidikan dan penguatan kaum perempuan. Dan sejak itu pula kami bekerjasama dengan Ibu Lena Simanjuntak Mertes mengembangkan Teater Perempuan. Ada juga Bang Herri Ketaren, sineas alumni IKJ yang sampai saat ini terus membantu kami dalam  pendokumentasian proses kami berteater. Dan masih banyak lagi kawan lain yang terus memberi semangat bagi HAPSARI untuk terus berteater.***

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here