Kunjungan Duta Besar Kanada

Lely Zailani (Ketua DPN HAPSARI) menerima souvenir dari Dura Besar Kanada, pada 20/01/2016 (foto: dok.HAPSARI)
Lely Zailani (Ketua DPN HAPSARI) menerima souvenir dari Dura Besar Kanada, pada 20/01/2016 (foto: dok.HAPSARI)

Dubes Kanada Kunjungi Petani Kopi Perempuan Dampingan HAPSARI di Suroloyo

Pada 20 Januari 2016, Duta Besar Kanada untuk Indonesia, H.E. Donald Bobiash, bersama Konselor Viau, mengunjungi kebun kopi Suroloyo di Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungan ini menjadi bagian dari kerja sama Kanada–Indonesia melalui Canada Fund for Local Initiatives (CFLI), yang pada tahun 2015–2016 mendukung HAPSARI dalam penguatan kapasitas perempuan petani kopi di kawasan Pegunungan Menoreh.

Lely Zailani (Ketua DPN HAPSARI) menyambut kedatangan Konselor Viau, di Suroloyo (foto: dok.HAPSARI)
Lely Zailani (Ketua DPN HAPSARI) menyambut kedatangan Konselor Viau, di Suroloyo (foto: dok.HAPSARI)

Dukungan CFLI tersebut diberikan melalui proyek bertajuk: Strengthening the farmers women’s groups capacity in improving the competitiveness and added local value products (coffee) in the global market. Proyek ini dilaksanakan di Kecamatan Samigaluh, khususnya di Desa Gerbosari, Sidoharjo, dan Kalirejo, dengan tujuan memperkuat kapasitas kelompok perempuan petani dalam meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk kopi lokal.

Pemberdayaan Perempuan Petani Kopi

Dubes Kanada, Konselor Viau, Wakil Bupati Kulon Progo dan Ketua HAPSARI, minum kopi bersama (foto: dok.FB Kedubes Kanada)
Dubes Kanada, Konselor Viau, Wakil Bupati Kulon Progo dan Ketua HAPSARI, minum kopi bersama (foto: FB Kedubes Kanada)

Dalam proyek ini, HAPSARI mendampingi 30 perempuan  dari 30 rumah tangga petani, dengan program “Sekolah Kopi”, meliputi penguatan kelembagaan koperasi, pelatihan peningkatan mutu pascapanen kopi, pengolahan produk, pengemasan, promosi, perluasan jaringan pemasaran, serta dialog dengan pemerintah daerah untuk memperkuat dukungan kebijakan dan akses pengembangan usaha. Dukungan juga mencakup pengadaan peralatan produksi dan kemasan, seperti mesin kopi, grinder, aluminium foil, stiker, dan paper bag.

Warga Dusun Keceme dan Kelompok Dampingan HAPSARI turut hadir dalam pertemuan (foto: FB Kedubes Kanada)
Warga Dusun Keceme dan Kelompok Dampingan HAPSARI turut hadir dalam pertemuan (foto: FB Kedubes Kanada)

Bagi HAPSARI, kunjungan Kedutaan Kanada ke Suroloyo menjadi salah satu jejak penting dalam kerja pemberdayaan ekonomi perempuan akar rumput. Peristiwa ini menunjukkan bahwa kerja perempuan petani tidak berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi bergerak menuju penguatan pengetahuan, kualitas produk, kelembagaan ekonomi, pemasaran, dan posisi tawar perempuan dalam rantai nilai kopi lokal.

Kerja ini juga bukan kegiatan yang berdiri sendiri. Sebelumnya, sejak 2011, HAPSARI telah melakukan pemetaan potensi pengembangan basis produksi rakyat di Gerbosari, Samigaluh, Kulon Progo, bersama PERGERAKAN (Bandung). Dari proses tersebut, kopi dan teh diidentifikasi sebagai produk unggulan yang dapat dikembangkan. HAPSARI juga mendukung penguatan koperasi, trading house, pengembangan produk, serta proses perizinan PIRT untuk produk kopi dan teh.

Produk Kopi dan Teh yang diproduksi bersama komunitas petani kopi di Suroloyo (foto: FB Kedubes Kanada)
Produk Kopi dan Teh yang diproduksi bersama komunitas petani kopi di Suroloyo (foto: FB Kedubes Kanada)

Pengalaman Suroloyo memperlihatkan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan tidak hanya berbicara tentang pendapatan, tetapi juga tentang pengakuan atas kerja perempuan, peningkatan kapasitas, akses terhadap teknologi tepat guna, jaringan pasar, dan kemampuan komunitas mengelola potensi lokal secara lebih mandiri.

Kunjungan Dubes Kanada ini menjadi pengingat bahwa kerja perempuan akar rumput dapat memperoleh pengakuan dan dukungan kemitraan internasional ketika dikelola secara serius, terdokumentasi dengan baik, dan berakar pada kebutuhan nyata komunitas.

Kliping: