Pendidikan kritis perempuan merupakan salah satu akar kerja HAPSARI dalam membangun kesadaran, keberanian, solidaritas, dan kepemimpinan perempuan akar rumput. Bagi HAPSARI, pendidikan tidak hanya dipahami sebagai kegiatan pelatihan atau penyampaian materi, tetapi sebagai proses belajar bersama yang berangkat dari pengalaman hidup perempuan.
Melalui pendidikan kritis, perempuan diajak membaca persoalan yang mereka alami sehari-hari: ketimpangan dalam keluarga, beban kerja perawatan, kekerasan, kemiskinan, akses terhadap sumber daya, keterlibatan dalam pengambilan keputusan, hingga posisi perempuan dalam pembangunan desa dan komunitas. Pengalaman-pengalaman tersebut tidak dilihat sebagai masalah pribadi semata, melainkan sebagai bagian dari persoalan sosial yang dapat dibaca, dibicarakan, dan diubah bersama.
HAPSARI mengembangkan berbagai ruang dan metode pendidikan kritis yang dekat dengan kehidupan perempuan akar rumput. Di dalamnya ada kelas belajar komunitas, diskusi pengalaman, pengorganisasian, kaderisasi, teater perempuan, serta penguatan kepemimpinan perempuan dalam ruang publik. Proses ini membantu perempuan membangun suara, memperkuat kepercayaan diri, dan mengambil peran dalam perubahan di keluarga, komunitas, desa/kelurahan, dan ruang kebijakan lokal.
Dalam payung Pendidikan Kritis Perempuan, HAPSARI mengembangkan beberapa inisiatif utama, antara lain KELAPA MUDA, Teater Perempuan, dan Kelas Anti Korupsi. Ketiganya memiliki bentuk yang berbeda, tetapi berangkat dari semangat yang sama: menjadikan perempuan akar rumput sebagai subjek pengetahuan, subjek perubahan, dan pemimpin komunitas.
Pendidikan kritis perempuan menjadi cara HAPSARI menjaga agar kerja pemberdayaan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Ia adalah proses panjang untuk menumbuhkan kesadaran, membangun organisasi, memperkuat kepemimpinan, dan menghadirkan perubahan yang lebih adil dari akar rumput.
Pelajari inisiatif dalam payung Pendidikan Kritis Perempuan:
- KELAPA MUDA
Konsep pendidikan kritis perempuan akar rumput berbasis komunitas yang dikembangkan HAPSARI. - Teater Perempuan
Metode pendidikan kritis dan penyadaran komunitas melalui cerita, tubuh, suara, dan pengalaman perempuan. - Kelas Anti Korupsi
Ruang belajar warga untuk memahami integritas, keadilan, dan akuntabilitas dari perspektif kehidupan sehari-hari perempuan akar rumput.
