Beranda Dinamika Gerakan

Pentas Punokawan, Galang Komitmen Dukungan

382
BERBAGI
Gareng dan Petruk menyambut kedatangan peserta Sarasehan Nasional HAPSARI
Gareng dan Petruk menyambut kedatangan peserta Sarasehan Nasional HAPSARI

FederasiHapsari: Tahun 2014, HAPSARI menjalankan program advokasi untuk memperkuat peran perempuan dalam mewujudkan kemandirian ekonomi (bekerjasama dengan ProRep). Dalam program ini, HAPSARI merancang strategi kampanye untuk memperkuat isu advokasi tersebut menggunakan media-media alternatif yang dimiliki HAPSARI yaitu Teater, Radio dan media sosial (Facebook dan Website). Sepanjang tahun 2014 dilaksanakan tiga kali pementasan teater bersamaan dengan kegiatan-kegiatan program lainnya yang melibatkan masyarakat dan kalangan pemerintahan. Pada Desember 2014, bertempat di Graha Saba Permana Universitas Gajah Mada Yogyakarta HAPSARI kembali pelakukan pementasan teater, kali dengan pementasan Punokawan.

Jika selama ini umumnya peran Punokawan dimainkan oleh laki-laki, maka Punokawan yang dimainkan oleh HAPSARI seluruhnya oleh perempuan. Punokawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia yang melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, memberikan kritik sosial, melucu (badut) hingga

Pementasan Punokawan dalam acara Sarasehan Nasional HAPSARI di Jogyakarta
Pementasan Punokawan dalam acara Sarasehan Nasional di Jogyakarta

menjadi sumber kebenaran dan kebijakan. Mereka digambarkan melalui empat karakter: Semar, Gareng Petruk, dan Bagong.

Menurut berbagai sumber informasi, Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Karakter-karakter Punakawan sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa, sehingga patut menjadi panutan.

Punakawan itu berasal dari kata-kata Puna dan Kawan. Puna berarti susah; sedangkan kawan berarti kanca, teman atau saudara. Jadi arti Punakawan itu juga bisa diterjemahkan teman/saudara di kala susah. Ada juga penafsiran lain: Puna bisa juga disebut Pana yang berarti terang, sedangkan kawan berarti teman atau saudara. Jadi penafsiran lain dari arti kata Punakawan adalah teman atau saudara yang mengajak ke jalan yang terang.

Punokawan, photo bersama dengan Ibu Mentri Pemberdayaan Perempuan
Punokawan, photo bersama dengan Ibu Mentri Pemberdayaan Perempuan (Yohana S.Yambise)

Pementasan kali ini menjadi bagian pembuka dari rangkaian kegiatan Sarasehan Nasional yang dilaksanakan HAPSARI tanggal 6 Desember 2014. Point-point yang disampaikan dalam cerita tersebut adalah :

  • Adalah suatu kebanggaan dan pencapaian organisasi, ketika HAPSARI bisa tampil/mengisi membuat acara di Graha Saba dan Universitas Gajah Mada (UGM), dihadiri oleh pemerintahan nasional diantaranya Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Kementrian Koperasi, Ekonomi Kreatif dan UMKM serta disambut langsung oleh Rektor UGM.
  • Tentu saja hal ini dicapai karena HAPSARI mendapat dukungan banyak pihak, diantaranya pihak Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK), Pusat Studi Wanita (PSW), NGO mitra dalam hal ini IRE, serta tentu saja dari ProRep yang menghadirkan tim lapangannya ke Yogyakarta.
  • Padahal jika membayangkan ke belakang, di mana HAPSARI dan serikat-serikat anggotanya dari kalangan perempuan basis “akar rumput”, mustahil rasanya bisa mencapai 24 tahun dan membuat acara di Graha Saba ini. Karena selama ini, jangankan berorganisasi, keluar rumah saja sesuatu yang amat sulit.

Begitulah “sekelumit” kisah yang sempat ditampilkan melalui Punokawan, dalam waktu tak lebih dari 15 menit, karena harus segera dilanjutkan dengan pembukaan Sarasehan secara resmi oleh Rektor UGM dan sambutan-sambutan dari berbagai pihak.***

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here