Beranda Media Gerakan

Bersuara Melalui Teater

188
BERBAGI

teaterperempuan-spi1Pada awalnya, kami tidak pernah memikirkan apakah metode kegiatan yang kami lakukan ini disebut teater atau bukan. Kami hanya ingin menggunakan berbagai macam metode atau pendekatan yang sedapat mungkin mudah dilakukan (sesuai dengan kemampuan kami) dan dapat dimengerti oleh masyarakat, khususnya kaum perempuan desa, di desa-desa dimana organisasi kami bekerja. Kami hanya berusaha keras melakukan berbagai metode pendidikan untuk menguatkan kaum perempuan desa, menguatkan kepercayaan diri, keberanian dan kemampuan membangun organisasi untuk memperjuangkan cita-cita kami, sebuah kehidupan yang lebih adil dan sejahtera. Salah satu metode yang kami temukan waktu itu adalah melalui pementasan teater. teaterperempuan-spi

Untuk tujuan itu, menjadi permain teater bagi kami tidak sulit. Kami hanya dituntut untuk dapat merasakan sendiri bahwa ada masalah ketidak adilan, masalah kemiskinan, kekerasan terhadap perempuan dan sebagainya yang sesungguhnya bukan takdir, jadi, dapat dirubah. Berbagai permasalahan tersebutlah yang ingin kami ”suarakan” kepada masyarakat luas, terutama kepada sesama kaum perempuan. Dengan menyuarakan persoalan-persoalan  masyarakat melalui teater, kami menginginkan tumbuhnya semangat atau solidaritas untuk saling menguatkan.

Ketika tahun 2000, ketika kami mengadakan sebuah workshop : Teater sebagai Media Pendidikan dan Penguatan untuk Perempuan, Ibu Lena Simanjuntak Mertes, (sutradara perempuan alumni IKJ, sekarang bermukim di Koln – Jerman) yang hadir sebagai narasumber mengatakan bahwa ”teater adalah cerminan dari kehidupan masyarakat, kehidupan kita. Cuma, selama ini teater lebih banyak di nikmati oleh kalangan seniman saja, padahal teater adalah milik rakyat,”

Mendapatkan motivasi yang sedemikian dari seorang seniman dan sutradara (dan perempuan lagi), kami jadi tambah bersemangat. Sejak itu di HAPSARI teater bukan hanya sebagai metode, tetapi ditetapkan sebagai salah satu program Pendidikan dan Penguatan Perempuan. Dan sejak itu pula kami bekerjasama dengan Ibu Lena Simanjuntak Mertes mengembangkan Teater Perempuan. Ada juga Bang Herri Ketaren, sineas alumni IKJ yang sampai saat ini terus membantu kami dalam  pendokumentasian proses kami berteater.***

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here