Memperkuat kemandirian ekonomi perempuan akar rumput melalui literasi ekonomi, pengembangan usaha, legalitas, produk komunitas, dan akses pasar.
Mengapa Program Ini Penting?
Bagi HAPSARI, pemberdayaan ekonomi perempuan tidak hanya berarti meningkatkan pendapatan. Pemberdayaan ekonomi juga menyangkut posisi tawar perempuan dalam keluarga, komunitas, kelompok usaha, dan ruang pengambilan keputusan.
Dalam banyak keluarga, perempuan terlibat dalam mengelola ekonomi rumah tangga, tetapi keputusan penting terkait aset, modal, usaha, dan penggunaan hasil usaha masih sering tidak sepenuhnya berada di tangan perempuan. Karena itu, HAPSARI mengembangkan pemberdayaan ekonomi dengan perspektif gender: memperkuat kapasitas usaha sekaligus memperkuat keberanian, pengetahuan, dan posisi tawar perempuan.
Pendekatan HAPSARI
HAPSARI memperkuat ekonomi perempuan melalui pelatihan literasi ekonomi berperspektif gender, pengembangan kelompok usaha, pendampingan UMKM, dan penguatan kelembagaan ekonomi komunitas.
Materi yang dikembangkan mencakup pengelolaan keuangan keluarga, konsep menabung, pembedaan kebutuhan dan keinginan, perencanaan usaha dengan Business Model Canvas (BMC), yang dipelajari pertama kali melalui kerjasama dengan Fakultas Ekonomi USU, bersama Guru Besar Prof.Ritha Dalimunte. Analisis usaha sederhana dilakukan melalui SWOT, serta pengembangan strategi produk dan pemasaran.
HAPSARI juga memfasilitasi pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, dan sertifikasi halal melalui kerja sama dengan dinas terkait, perguruan tinggi, dan jaringan pendukung lainnya.
Produk Komunitas dan Akses Pasar
Beberapa produk komunitas mulai dikembangkan sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi perempuan, antara lain REMPAH NUSA — Rempah Seduh Nusantara, minuman rempah hasil hilirisasi dari praktik Rumah NUSA.
HAPSARI juga mengembangkan gagasan Warung NUSA bekerjasama dengan Fakultas Tekhnik Universitas Sumatera Utara, sebagai ruang ekonomi komunitas yang ke depan diharapkan dapat menggunakan bahan baku dari Rumah NUSA dan produk lokal warga. Selain itu, HAPSARI memfasilitasi pelatihan keterampilan berbasis sumber daya lokal, seperti ecoenzyme, ecobrick, serta pengembangan produk bernilai ekonomi lainnya.
Untuk memperluas akses pasar, HAPSARI juga mendorong digitalisasi UMKM dan pemasaran produk komunitas, termasuk melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan jejaring akademisi.
Arah Pengembangan
Ke depan, HAPSARI ingin memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan melalui literasi ekonomi berperspektif gender, penguatan kelompok usaha, legalitas produk, digitalisasi pemasaran, pengembangan produk lokal, dan kemitraan dengan pemerintah, perguruan tinggi, sektor swasta, CSR, serta mitra pembangunan.
HAPSARI percaya bahwa ekonomi perempuan tidak boleh berhenti pada kerja produksi. Ia harus memperkuat kemandirian, kepemimpinan, dan kemampuan perempuan akar rumput untuk mengambil keputusan atas hidup, keluarga, dan komunitasnya.
