Memperkuat daya rawat komunitas, kepemimpinan perempuan, dan solidaritas warga dalam menghadapi krisis.
Mengapa Collective Care?
Collective Care adalah pendekatan HAPSARI untuk memperkuat kemampuan komunitas dalam saling merawat, saling menopang, dan membangun sistem dukungan bersama. Pendekatan ini lahir dari kesadaran bahwa perempuan akar rumput sering berada di garis depan berbagai krisis: tekanan ekonomi keluarga, beban kerja perawatan, kekerasan berbasis gender, perubahan iklim, bencana ekologis, dan melemahnya solidaritas sosial.
Bagi HAPSARI, perawatan kolektif bukan sekadar kepedulian antarindividu. Ia adalah cara kerja komunitas agar perempuan, keluarga, kader, mentor, dan pendamping tidak menghadapi beban secara sendirian.
Collective Care dalam Kerja HAPSARI
Dalam kerja bersama Yayasan HUMANIS melalui inisiatif Kampung NUSA: Collective Care, Kepemimpinan Perempuan, dan Advokasi Perubahan Struktural Berbasis Komunitas di Sumatera Utara, HAPSARI mengembangkan praktik collective care melalui penguatan komunitas, mentoring kader, Dialog Rumah Tangga, Rumah Bibit, pendidikan komunitas, dan kerja sama lintas pihak di tingkat desa.
Pendekatan ini dijalankan dengan memperhatikan ritme hidup warga, terutama perempuan yang harus membagi waktu antara kerja mencari nafkah, tanggung jawab rumah tangga, dan kerja komunitas.
Rumah Bibit sebagai Ruang Rawat Bersama
Dalam pendekatan Collective Care, Rumah Bibit tidak hanya menjadi tempat penyedia bibit. Ia juga menjadi ruang belajar, ruang temu, dan ruang dukungan bersama. Di sana warga dapat berbagi pengetahuan, merawat tanaman, membicarakan kebutuhan keluarga, dan membangun kembali praktik menanam sebagai bagian dari ketahanan pangan komunitas.
Rumah Bibit menjadi simbol bahwa perawatan komunitas bisa tumbuh dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: tanah, pangan, dapur, keluarga, dan solidaritas warga.
Mentor, Kader, dan Kerja Perawatan
Collective Care juga memperkuat peran mentor dan kader perempuan. Mereka bukan hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga mendampingi, mendengar, merawat proses, menjaga keberlanjutan kegiatan, dan menghubungkan warga dengan ruang belajar yang lebih luas.
Karena itu, HAPSARI melihat kerja pendampingan komunitas sebagai kerja penting yang perlu diakui, didukung, dan dirawat bersama.
Perubahan yang Didorong
Melalui Collective Care, HAPSARI mendorong:
- perempuan memiliki ruang untuk berkumpul, belajar, dan saling menguatkan;
- keluarga mulai membangun pembagian peran yang lebih adil;
- komunitas memiliki ruang dukungan dalam menghadapi krisis sosial, ekonomi, ekologis, dan kekerasan;
- mentor dan kader tidak menjalankan kerja komunitas sendirian;
- Rumah Bibit dan Rumah NUSA berkembang sebagai ruang belajar, pangan, solidaritas, dan ketahanan komunitas.
Arah Pengembangan
Ke depan, HAPSARI ingin memperkuat Collective Care sebagai pendekatan lintas program: dalam ketahanan iklim dan pangan, perlindungan perempuan dan anak, pemberdayaan ekonomi perempuan, kepemimpinan perempuan akar rumput, serta advokasi kebijakan berbasis pengalaman komunitas.
HAPSARI percaya bahwa komunitas yang kuat bukan hanya komunitas yang mampu bertahan, tetapi juga komunitas yang mampu saling merawat.
