Beranda Dinamika Gerakan

Tak Lelah Berdialog

145
BERBAGI

forum dialog spi-dsFederasiHapsari: Sampai hari ini, surat permohonan untuk bertemu dan berdialog dengan Bupati (Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Labuhanbatu) yang diajukan HAPSARI tidak direspon. Bahkan untuk bilang “surat sudah kami terima, tapi belum ada waktu bertemu”. Tak apa. HAPSARI tak akan lelah menunggu, tak lelah berusaha dengan cara lain. Hanya untuk bertemu dan berdialog dengan Kepala daerah yang asli putera daerah pula.

Sebagai organisasi masyarakat yang anggotanya adalah serikat-serikat perempuan basis akar rumput di desa-desa, ibu rumah tangga biasa, bukan aktivis LSM, bukan anggota partai politik dan sebelumnya jarang ke luar rumah. Dapat bertemu dan berdialog langsung dengan kalangan pemerintah daerah dan dewan perwakilan adalah satu prestasi.

Dan ketika para pejabat publik itu mau mendengarkan keluhan-keluhan mereka, menjawab pertanyaan mereka dengan ramah, kalangan perempuan basis itu merasa sangat dihargai dan merasa “menjadi warga masyarakat”, merasa punya pemerintah, merasa punya negara.

Berkali-kali sudah HAPSARI melaksanakan forum dialog yang mempertemukan pengurus dan anggota serikat perempuan basis, dengan kalangan pemerintahan daerah di kabupatenDeli Serdang, Serdang Bedagai dan Labuhanhatu. Secara formal, forum-forum dialog terlaksana dengan baik. Para pejabat pemerintah dan pejabat publik dari kalangan dewan perwakilan bersedia hadir dalam forum dan berdialog dengan warga. Bahkan pejabat dari Rumah Sakit pemerintah, kepolisian dan kejaksaan pun bersedia datang.suasana dialog spi sergai

Bagi HAPSARI, berkembangnya forum-forum dialog partisipatif dan dinamis antara masyarakat sipil (serikat-serikat perempuan basis anggota HAPSARI) dengan pemerintah daerah dan legislative, adalah model komunikasi yang sengaja dibiasakan. Di dalamnya terdapat sebuah dasar budaya untuk membangun watak pemerintah dalam merespon dan melayani kebutuhan-kebutuhan rakyat. Tanpa prasangka (kecurigaan) yang berlebihan dari pemerintah kepada warga, tanpa ketakutan (ketidak percayaan diri) dan ketidak percayaan yang berlebihan terhadap pemerintah, dari warga.

Berbagai topik pun telah dibahas bersama. Warga menggunakan kesempatan dalam forum dialog ini untuk bertanya; apa saja bentuk pelayanan pemerintah untuk mengatasi kekerasan terhadap perempuan dan anak, apa saja program pemerintah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat miskin terutama perempuan dan anak, apa saja program yang dapat dilakukan bersama dengan organisasi.di labuhanbatu

Upaya melakukan dialog-dialog antara warga dengan pemerintah dan dewan perwakilan itu, adalah upaya untuk “mendekatkan” rakyat dengan pihak yang berposisi dan berperan sebagai “representasinya”. Di sisi lain, HAPSARI juga hendak menumbuhkan kepemimpinan perempuan basis yang mempunyai akar di komunitasnya, dan mampu menyuarakan kepentingan-kepentingan yang selama ini selalu tidak didengar.

HAPSARI juga hendak meningkatkan kapasitas kepemimpinan perempuan local dari kalangan masyarakat sipil yang mampu membangun komunikasi dengan pimpinan pemerintah daerah dan kalangan pemerintah daerah lainnya, sekaligus mendorong berkembangnya kualitas kepemimpinan pemerintah dan legislative daerah yang demokratis.

Meski hanya bertemu dan berdialog, sampai hari ini HAPSARI tak juga lelah. Meski baru sebatas kalangan dinas/instansi pemerintah yang bersedia menemui perempuan-perempuan basis akar rumtpu itu. Kepala daerah (Bupati) baik di kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, Labuhanbatu, hingga saat ini belum menyambut permintaan bertemu (audiensi) yang disampaikan secara formal oleh HAPSARI.

Tak apa, selain masih sabar menunggu hari baik untuk bertemu dan Bupati bersedia menemui warganya, mungkin HAPSARI harus menemukan cara-cara yang kreatif. Pasti ada.***

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here