Beranda Dinamika Gerakan

Menulis dan Mengabarkan

282
BERBAGI
Fasilitator dan Atmago dan Pengurus HAPSARI footobersama usai penyerahan ulos sebagai tanda Persahabatan

Jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 143,26 juta jiwa pada tahun 2017, meningkat dibandingkan pada tahun 2016 yang tercatat mencapai 132,7 juta jiwa. Berdasarkan jenis kelamin, komposisi pengguna internet di Indonesia adalah 51,43 % laki-laki dan 48,57 % perempuan, dengan penetrasi pengguna internet lebih banyak di rentang usia 13 hingga 18 tahun sebanyak 75,50 % dan rentang usia 19 hingga 34 tahun dengan persentase 74,23 %. Berdasarkan karakter wilayahnya, 72,41 % pengguna internet berada di kawasan urban, 49,49 % berada di kawasan rural-urban dan 48,25 % berada di kawasan perdesaan. Data tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

Seiring dengan berkembangnya penggunaan internet, maka berkembang pula penggunaan media social di kalangan masyarakat. Data wearesocial.sg menyebutkan bahwa dari ratusan juta pengguna internet di Indonesia, 60% telah mengakses internet menggunakan ponsel pintar (smartphone) kemudian menggunakan media social untuk berbagai kepentingan.

Banyak sisi positif dari internet dan media sosial, antara lain menjadikannya sebagai ruang untuk mendorong terjadinya peningkatan intensitas diskusi dengan berbagai topik, baik sosial, ekonomi, budaya, maupun politik. Namun, ada pula sisi negatifnya, yaitu ketika internet dan media sosial digunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) dan menyebarkan berita bohong (hoax) yang bertujuan mengorganisir ketidaksukaan dan kemarahan publik, karena publik begitu mudah percaya.  Sebagaimana hasil survei Centre for International Governance Innovation (CIGI) tahun 2016 yang menyebutkan bahwa sebanyak 65 % dari 132 juta pengguna internet di Indonesia mempercayai segala informasi yang beredar di internet tanpa melakukan klarifikasi.

Untuk memanfaatkan sisi positif dari internet dan media social, HAPSARI mengadakan Pelatihan AtmaGo aplikasi berbasis android gratis yang dapat diakses dengan mudah. Pelatihan yang dilaksanakan pada 28 – 31 Januari 2019 ini diikuti oleh 25 peserta dari semua Serikat Perempuan Independen (SPI) anggota HAPSARI (SPI Tanah Karo Simalem, SPI Deli Serdang, SPI Sergai, Serikat Perempuan Petani dan Nelayan (SPPN) Sergai, SPI Labuhanbatu, SPI Kulon Progo dan SPI Pekalongan).

Terkait pengaduan warga, Dwi Susanto dari Plan C, memperkenalkan SAPA Kemendagri, sebuah aplikasi pengaduan dan aspirasi yang dioperasikan oleh Kementerian Dalam Negeri. Melalui SAPA, masyarakat dapat membuat pengaduan dan menyatakan aspirasi terhadap layanan yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah. Aplikasi SAPA Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah mengintegrasikan pengelolaan pengaduan dan aspirasi dalam satu pintu. Aplikasi SAPA untuk Kemendagri dapat diakses melalui url http://www.sapa.kemendagri.go.id, untuk pemerintah daerah dapat diakses merujuk nama daerah dengan ekstensi go.id.

Fasilitator dan Atmago dan Pengurus HAPSARI footobersama usai penyerahan ulos sebagai tanda Persahabatan

Sementara itu, Silvia Yulianti dari Atma Connect bersama Tim AtmaGo dengan sabar dan telaten memandu peserta belajar menulis dan mempublikasikannya. Kader-kader perempuan anggota HAPSARI dilatih dan didorong untuk memanfaatkan Aplikasi Atmago sebagai penghubung warga (antar anggota kelompok maupun antar kelompok).

Dengan gembira, seluruh peserta mempraktekkan mulis berita (informasi) yang terjadi di lingkungan tempat tinggal masing-masing, mempromosikan kegiatan organisasi, melaporkan masalah-masalah yang berkembang dimasyarakat, hingga mencari pekerjaan dan jual-beli barang dengan orang-orang yang dipercayai, lalu mengeposkan di www.atmago.com.

Hingga hari terakhir Pelatihan Atmago, sebanyak 26 judul tulisan berhasil dipublikasikan di atmago.com dan lima orang peserta mendapat penghargaan sebagai penulis terbaik dengan kriteria; judul tulisan paling menarik milik Warih Wahyuningyas (SPI Pekalongan), isi tulisan paling lengkap milik Henny Rahayu (SPI Labuhanbatu), tulisan dengan gambar paling menarik milik Sellawati (SPI Tanah Karo), isi tulisan yang sangat bermanfaat milik Sarifatah Sembiring (SPI Tanah Karo) dan isi tulisan yang unik milik Khadijah Tarigan (SPI Labuhanbatu).***

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here