Beranda Dinamika Gerakan

Menjawab Tantangan Menangkap Peluang

189
BERBAGI
Proses Wawancara dalam Penelitian di Kab.Serdang Bedagai
Proses Wawancara dalam Penelitian di Kab.Serdang Bedagai

FederasiHapsari: Usaha ekonomi, seperti Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM) di Indonesia berkontribusi sekitar 57% dari seluruh kegiatan ekonomi termasuk ekspor dan impor. Pelibatan tenaga kerja disektor UMKM mencapai tak kurang dari 96%. Perempuan memiliki 33% UMKM di Indonesia dan jumlahnya tumbuh 8% dari tahun ketahun (Asia Foundation, n.d). Berdasarkan undang-undang nomor 20 tahun 2008 tentang UMKM pasal 7 ayat (1), sudah seharusnya “pemerintah dan pemerintah daerah membantu menumbuhkan iklim usaha”. Pernyataan ini juga didukung oleh pasal 7 ayat (2) bahwa “ dunia usaha dan masyarakat dapat secara aktif menumbuhkan iklim usaha”. Akan tetapi dalam menumbuhkan dan mengembangkan usaha ekonomi, masyarakat khususnya perempuan masih menghadapi tantangan-tantangan, walaupun sebenarnya cukup banyak juga peluang yang dapat dimanfaatkan.

Berbagai permasalahan yang dihadapi perempuan dalam mengembangkan usaha ekonomi antara lain hambatan finansial termasuk akses ke permodalan. Tidak hanya itu kurangnya dukungan pemerintah dalam pengurusan izin usaha juga merupakan faktor yang menghambat berkembangnya usaha ekonomi perempuan. Hal ini diperburuk dengan masih banyaknya pungutan liar dan korupsi (Asia Foundation, n.d). Berkaitan dengan akses kepermodalan, pada tahun 2007 pemerintah Indonesia mengeluarkan program Keredit Usaha Rakyat yang dapat dimanfaatkan oleh koperasi dan UMKM yang membutuhkan (DEPKOP, 2007).

Informasi tentang peluang-peluang dan tantangan-tantangan yang dihadapi perempuan sangat penting untuk diketahui dalam membantu pengembangan usaha ekonomi lokal. Namun, masih sedikit penelitian yang menggali tantangan dan peluang tersebut. Untuk itu HAPSARI sebagai organisasi perempuan basis (akar rumput) yang berkerja di lima provinsi perlu melakukan penelitian tentang tantangan-tantangan yang dihadapi dan peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan anggotanya. Sehingga, dengan hasil penelitian yang diperoleh, HAPSARI tidak hanya dapat membantu mengembangkan usaha ekonomi anggotanya, tetapi juga masyarakat luas lainnya.

Proses Wawancara dalam Penelitian di Kab.Deli Serdang
Proses Wawancara dalam Penelitian di Kab.Deli Serdang

Tujuan
Dengan mendapatkan evidance atau data tentang tantangan-tantangan yang dihadapi perempuan dalam pengembangan usaha ekonomi lokal dan peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan, maka HAPSARI dapat menggunakannya untuk melakukan advokasi terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah daerah di lima provinsi. Lebih lanjut data-data hasil penelitian tersebut dapat digunakan untuk mendorong dibuatnya kebijakan-kebijakan baru atau program yang dapat membantu mengembangkan usaha ekonomi lokal

Pertanyaan Penelitian

  1. Tantangan-tantangan apa saja yang dihadapi perempuan dalam pengembangan usaha ekonomi lokal di lima provinsi wilayah kerja HAPSARI?
  2. Apa peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan HAPSARI untuk pengembangan usaha ekonomi lokal di lima provinsi wilayah kerja HAPSARI?

Metode dan Subyek Penelitian :
Penelitian dilakukan dengan metode qualitative, dengan subyek penelitian sebagai berikut :
1. Anggota serikat HAPSARI yang sudah memiliki koperasi
2. Anggota serikat HAPSARI yang belum memiliki koperasi
3. Pengurus Koperasi (HAPSARI dan serikat anggota HAPSARI)
4. Pengurus serikat anggota HAPSARI yang belum memiliki koperasi
5. Dinas Koperasi dan UMKM
6. Pemangku kepentingan atau jaringan terkait.***

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here