Beranda Dinamika Gerakan

Lembar Terakhir Babak Pertama

133
BERBAGI

Pembukaan Forum Dialog oleh Ketua Dewan Pengurus Nasional HAPSARIFederasiHapsari: Permasalahan perempuan dibidang ekonomi tidak terlepas dari kemiskinan. Selain miskin dalam kepemilikan asset produksi; tanah/lahan, dana dan teknologi, kebijakan (semacam prosedur, perijinan, dll), juga miskin pengetahuan dan keterampilan mengembangkan usaha. Meskipun ada juga aspek sikap, budaya atau cara berfikir.

Secara kultural, sebagian besar masyarakat masih dipengaruhi secara kuat oleh budaya yang berideologi patriarki; menempatkan perempuan secara tradisional di ruang domestik, sehingga tidak dianggap perlu mengakses pengetahuan berusaha, di luar ruang lingkup domestiknya. Kondisi ini menimbulkan ketimpangan struktural berupa keterbatasan kaum perempuan untuk  memperoleh pendidikan, memperoleh akses ekonomi (misalnya bekerja untuk memperoleh penghasilan dan bukan sebatas menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga), berorganisasi, berdialog dengan pemerintah dan dewan perwakilan, dan lain sebagainya masih tetap berlaku.

Ibnu Munzir Fraksi Golkar memberikan tanggapanForum Dialog Nasional Komunitas Perempuan Basis dan Dewan Perwakilan Rakyat adalah upaya terakhir dari kegiatan program HAPSARI dalam memperkuat kapasitas melakukan advokasi dalam mempromosikan dan melindungi hak-hak ekonomi perempuan bekerjasama dengan Program Representasi (ProRep). Untuk satu mimpi bersama “Mewujudkan Komitmen Mengakhiri Kemiskinan Perempuan”

Tujuan kegiatan ini adalah :

  1. Membangun silaturrahmi dan relasi baru rakyat biasa (perempuan basis, anggota HAPSARI) dengan dewan perwakilan di tingkat nasional.
  2. Melakukan dialog; bicara langsung, bercakap-cakap dan saling mendengar antara Komunitas Perempuan Basis anggota HAPSARI dari desa-desa, dengan dewan perwakilan tingkat nasional.
  3. Mendapatkan komitmen dari dewan perwakilan (DPR-RI dan DPD) dalam tindakan nyata mendukung Advokasi untuk pemenuhan hak-hak ekonomi perempuan miskin dan akses perempuan terhadap sumber-sumber ekonomi.

 Peserta Kegiatan terdiri dari :

  • Perwakilan serikat-serikat perempuan basis akar rumput anggota HAPSARI, dari Sumatera Utara, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Timur dan Sulawesi Barat.
  • Organisasi jaringan/mitra HAPSARI dari kalangan Ornop di sekitar Jakarta.
  • Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) dari Senayan Jakarta.Desmon J Mahesa Fraksi Gerindra (berdiri) memberikan tanggapan dalam sesi dialod di Forum

Sebelum Forum Dialog Nasional dilaksanakan, HAPSARI telah menggalang dukungan dari kalangan individu dan organisasi jaringan yang ada di tingkat nasional, untuk mendapatkan akses kepada DPR-RI, DPD dan Pemerintahan terkait pelaksanaan forum. Penggalangan dukungan dilakukan melalui ;

  1. Komunikasi via email, telpon, media-media alternative jejaring social seperti facebook, atau melalui forum-forum pertemuan yang dapat dimanfaatkan. Upaya ini diharapkan akan mendekatkan HAPSARI pada akses kepada target sasaran advokasi dari kalangan legislative dan pemerintahan, terutama dari tingkat nasional.Darmayanti Lubis (DPD-RI dari Sumut) memberikan tanggapan dalam forum dialog.
  2. Lobi-lobi dengan tokoh kunci dari pemerintahan dan legislative terkait rencana penyelenggaraan forum dialog nasional. Kegiatan lobi ini dilakukan bersama organisasi mitra (jaringan) nasional yang ada di Jakarta : Seknas FITRA, Komnas Perempuan dan kalangan individu mitra yang potensial mendukung proses lobi.
  3. Audiensi dan dialog dengan DPR-RI (Fraksi PAN) dan Wakil Ketua DPD-RI. Audiensi oleh satu Tim yang terdiri dari Dewan Pengurus Nasional HAPSARI. Dalam audiensi sekaligus disampaikan undangan menghadiri Forum Dialog Nasional yang telah direncanakan tersebut.Helmi Fauzi (kedua dari kanan) Fraksi PDI-P dan Hetifah Sjaifuddian (kedua dari kiri) Fraksi Golkar memberikan tanggapan dalam Dialog.

Dari proses penggalangan dukungan untuk target terlaksananya audiensi dan forum dialog nasional dengan sukses, beberapa temuan diperoleh antara lain; tidak terpenuhinya harapan untuk menghadirkan dewan perwakilan berdasarkan komisi, sehingga dialihkan menghubungi dewan dari fraksi. Konsekuensinya, HAPSARI memilih tema umum dalam dialog dan mentargetkan adanya komitmen untuk melanjutkan dialog dimasa depan untuk satu isu advokasi : “mengakhiri kemiskinan perempuan”.

Setelah melakukan proses lobi-lobi dan audiensi, akhirnya HAPSARI mendapatkan tujuh (7) orang Narasumber yang hadir dalam dialog dari sepuluh (10) yang menyatakan bersedia hadir. Satu orang narasumber (Ibu Ulfah, DPR-RI Sulawesi Selatan dari Fraksi Golkar) batal hadir karena pada hari acara beliau jatuh sakit. Dua calon narasumber lainnya tidak hadir di hari acara tanpa pemberitahuan. Adapun 7 Narasumber yang hadir adalah :

  1. Desmon J Mahesa (Gerindra) : DPR-RI Anggota Komisi I
  2. Ibnu Munzir (Wakil Ketua Fraksi Golkar) : DPR-RI, Komisi V, Panja RUU Desa
  3. Hetifah Sjaifudian (Golkar) : DPR-RI Komisi V
  4. Helmi Fauzi (PDI-P) : DPR-RI Komisi I
  5. Nursuhud (PDI-P) : DPR-RI Komisi IX, Panja RUU Desa
  6. Sugiatik (PPP) : DPR-D Sergai (Ketua Komisi Ekonomi)
  7. Darmayanti Lubis : DPD-RI dari Sumatera Utara
  8. Arimbi Heroepoetri (Anggota Komisioner) : Komnas Perempuan

 Dalam kerangka acuan dan undangan baik kepada peserta dan narasumber, HAPSARI mengajukan “komitmen menghapuskan kemiskinan perempuan” sebagai tema dialog. Ini terkait dengan tema advokasi yang dilakukan, yaitu pemenuhan hak-hak ekonomi perempuan. Tetapi bagi HAPSARI tema ini sebenarnya hanya pintu masuk untuk membangun dialog yang selanjutnya manghasilkan bangunan relasi dan interaksi untuk mewujudkan satu komitmen bersama di masa yang akan datang. Pelaksana Harian HAPSARI berdialog dengan salah seorang DPR-RI; Helmi Fauzi dari Fraksi PDI-P

Forum Dialog antara Komunitas Perempuan Basis dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) ini berakhir pada jam 17.15 WIB, dengan satu kesimpulan yang disepakati bersama bahwa dialog serupa di tingkat daerah sangat mungkin dilakukan tanpa prosedur formal yang rumit. Dapat kontak langsung DPR-RI yang hadir di forum ini, dan akses berinteraksi dengan DPR tingkat daerah (propinsi – kabupaten) akan akan terbuka. Tinggal bagaimana mengelola komitmen ini.

Dan, lembaran terakhir dari babak pertama perjalanan “advokasi kreatif” yang dilaksanakan HAPSARI pun akan segera ditutup, untuk membuka lembaran baru pada babak selanjutnya.***

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here