Beranda Dinamika Gerakan

Komunitas Perempuan Petani dan MEA

265
BERBAGI

Kopi(FederasiHapsari) : Tahun 2015 sektor pertanian harus bersiap menghadapi diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dimana Indonesia akan menjadi pangsa pasar terbesar di ASEAN. Tantangannya antara lain, sangat berpotensi masuknya barang-barang konsumsi dari produk pertanian yang mengalahkan produk-produk lokal. Namun, jika produk-produk pertanian Indonesia lainnya memiliki daya saing dan mampu menginvasi negara-negara di ASEAN, hal ini akan merupakan peluang besar dalam meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan petani. Produk pertanian Indonesia tidak hanya akan menjadi tuan rumah di negara sendiri, tetapi juga akan mampu bersaing di pasar global (di negara-negara ASEAN).

Oleh karena itu, peningkatan daya saing berbagai sumberdaya menjadi komponen yang sangat penting untuk segera diupayakan. Selain peningkatan daya saing birokrasi melalui peningkatan kemampuan dalam mempersiapkan, merumuskan dan menerapkan kebijakan publik sebagai daya saing negara, peningkatan daya saing petani sebagai pelaku usaha melalui peningkatan teknologi yang efisien dan ramah lingkungan, serta penguatan kapasitas kelembagaan dan manajemen usaha tani yang baik, harus dilakukan.

Strategi Intervensi HAPSARI

Salah satu intervensi yang dapat dilakukan HAPSARI adalah merancang strategi program Pengembangan Basis Produksi untuk Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan sebagai salah satu dari tiga program prioritas HAPSARI saat ini. Program prioritas ini akan dijabarkan lagi melalui program, diantaranya “penguatan kapasitas kelompok perempuan petani dalam meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk lokal (kopi) di pasar global”.  Program prioritas ini akan dijabarkan lagi melalui program, diantaranya “penguatan kapasitas kelompok perempuan petani dalam meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk lokal (kopi) di pasar global”.

Kegiatan utama program terdiri dari :

  1. Penguatan tata kelola (manajemen) usaha tani berbasis koperasi untuk cerdas dan jeli memanfaatkan peluang pasar global Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
  2. Pelatihan penguatan kapasitas untuk peningkatan daya saing produk pertanian (kopi) di pasar lokal dan global, untuk menghasilkan nilai tambah dan memenangkan peluang pasar bebas.
  3. Menggalang komitmen dukungan dari Pemerintah Daerah untuk penerapan kebijakan publik dan peningkatan kapasitas investasi yang menghasilkan nilai tambah bagi petani, terutama kelompok petani kecil.

Tindakan untuk mendapatkan output :Mbak Mursinah dan Kopi

  1. Mengorganisir 30 orang perempuan petani kopi dari serikat perempuan anggota HAPSARI pada tiga kelompok di tiga desa yang akan menjadi penerima manfaat langsung proyek ini.
  2. Mengembangkan wawasan/pengetahuan tentang pasar global MEA 2015 dan tata kelembagaan perkoperasian sebagai basis ekonomi untuk memenangkan persaingan bisnis dalam era pasar bebas.
  3. Memberikan pelatihan-pelatihan dan pembelian peralatan (mesin) untuk peningkatan daya saing dan nilai tambah produk pertanian (kopi) yang dikelola oleh kelompok.
  4. Mengadakan dialog-dialog dan kerjasama dengan pemerintah daerah untuk akses kebijakan investasi, peningkatan teknologi yang efisien, dan jaringan pemasaran global.

Hasil langsung (sasaran) yang ingin dicapai adalah :

  1. Berkembangnya unit-unit usaha produksi kopi berbasis kelembagaan koperasi sebagai sumber peningkatan ekonomi keluarga dan masyarakat.
  2. Tumbuhnya potensi sumberdaya untuk pengembangan ekonomi lokal yang mampu bersaing dalam sistim agribisnis di Indonesia dalam menghadapi era perdagangan bebas.
  3. Terbukanya akses untuk peningkatan kapasitas investasi baik dari pemerintah maupun swasta untuk mendorong peningkatan kapasitas produksi yang mampu menciptakan nilai tambah terutama bagi kelompok petani kecil.

Perubahan dan dampak yang diharapkan :

  1. Berkembangnya; usaha mikro kecil dan menengah dari sektor pertanian, iklim usaha, infrastruktur/konektivitas, dan pembangunan pertanian yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif.
  2. Kapasitas investasi pemerintah maupun swasta di sektor pertanian meningkat, dan menciptakan nilai tambah bagi petani terutama kelompok petani kecil.

proses grading (1203 x 902)Dari hasil dan dampak tersebut, sedikitnya 100 orang warga dari 30 Rumah Tangga petani pada tiga Desa di kecamatan Samigaluh kabupaten Kulon Progo akan terkena dampak menikmati hasilnya. Program ini akan menggunakan metode pendekatan “Mata Pencaharian Berkelanjutan” yang berfokus pada pemahaman bagaimana individu dan rumah tangga mendapatkan dan menggunakan aset sosial dan ekonomi tertentu untuk mencari peluang lebih lanjut, mengurangi risiko, mengurangi kerentanan dan mempertahankan atau meningkatkan mata pencaharian mereka (DFID, 1997; Ludi & Slater. 2008).

Sedangkan dampak lingkungan yang penting dan bermanfaat dari proyek ini adalah; lahan-lahan pertanian/perkebunan kopi yang berada di lereng-lereng perbukitan akan dikelola masyarakat dengan baik, karena termotivasi untuk mendapatkan nilai tambah. Sekaligus mencegah terjadinya longsor.

Andakah yang bersedia menjadi mitra kami? Anda dapat berkontribusi untuk menjadi sahabat HAPSARI dalam membantu memfasilitasi training, mengolah produk-produk kami (khususnya kopi) agar lebih memiliki nilai tambah dan siap bersaing di pasar global, atau membukakan akses untuk pemasaran produk dalam jejaring pasar yang lebih luas. Kami menunggu kerjasama dari banyak pihak yang memiliki kesamaan mimpi dengan kami.***

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here