Beranda Dinamika Gerakan

Training Metodologi Penelitian

155
BERBAGI

Dialog dengan Ibu Enny Sulistiani dari Kementrian Koperasi dan UKM JakartaFederasiHapsari: Tahun 2014, HAPSARI memutuskan untuk fokus pada kegiatan program penguatan ekonomi, bagi perempuan pelaku gerakan di organisasi (HAPSARI dan serikat-serikat anggotanya). Ini sesuai dengan isu strategis tiga HAPSARI (memperkuat ekonomi perempuan pelaku gerakan dan organisasi). Sewaktu merencanakan kegiatan itu, kami berangkat dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh perempuan di serikat-serikat anggota HAPSARI yang menghadapi masalah keterbatasan keuangan dalam rumah tangga. Uang yang ada, sering tak cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga; mulai dari belanja harian, membayar uang sekolah anak, biaya sosial (kondangan, dll), biaya berobat ketika sakit, dan sebagainya.

Organisasipun mengalami hal yang demikian. Kami sangat bergantung dengan biaya program dari lembaga mitra (donor) yang jumlahnya tak seberapa dan jangka waktunya terbatas. Kami mengalami satu masa dimana tidak ada biaya program, bahkan untuk membayar listrik, air, dan honor staf yang bertugas menjaga kantor. Saat itu, kami memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing dan mengurus kegiatan organisasi dari rumah, berkegiatan dengan anggota serikat di sekitar rumah. Dan hanya kegiatan-kegiatan diskusi non formal yang dapat kami lakukan, sambil tetap berkomunikasi antar sesama pengurus.

Nila Kusumawati Alison (WRI) sedang memberi input tentang penelitian kualitatif.
Nila Kusumawati Alison (WRI) sedang memberi input tentang penelitian kualitatif.

Kami pun mulai fokus membahas rencana-rencana untuk kegiatan program berdasarkan isu strategis tersebut, bagaimana membangun dan memperkuat ekonomi perempuan. Dari sini, kami melakukan beberapa kali workhop untuk mengidentifikasi asset sumberdaya organisasi yang dapat dikembangkan untuk mulai mempersiapkan unit-unit usaha yang dapat menjadi sumber pendapatan organisasi. Kami menemukan koperasi dan kegiatan-kegiatan ekonomi anggota untuk dikelola secara khusus sebagai basis program penguatan ekonomi. Dan, satu dokumen perencanaan bisnis kami hasilkan melalui workshop perencanaan bisnis.

Salah satu serikat anggota HAPSARI yaitu Serikat Perempuan Independen (SPI) Kulon Progo, sejak tahun 2012 selain telah mendirikan koperasi yang bernama Koperasi Serba Usaha (KSU) HAPSARI Kulon Progo,  juga mempunyai unit usaha pengolahan kopi, teh dan kakao[1]. Maka sambil mulai menata koperasi dan unit usaha kopi dan teh, HAPSARI merasa perlu melakukan semacam “pemetaan” tentang apa saja sebenarnya tantangan-tantangan dan peluang yang tersedia, dalam upaya pengembangan usaha ekonomi tingkat lokal, bagi kaum perempuan.

sesi diskusi kelompok membuat protokol penelitian
sesi diskusi kelompok membuat protokol penelitian

Untuk kepentingan ini HAPSARI harus mengumpulkan data dan informasi yang merupakan bagian dari kegiatan “penelitian”. Oleh karena itu, kami harus belajar tentang metode penelitian yang menyebabkan kami harus menyediakan waktu untuk duduk bersama dan belajar tentang “apa itu penelitian”. Maka kami laksanakankan sebuah Training Metodologi Penelitian Tantangan dan Peluang Perempuan dalam Pengembangan Usaha Ekonomi Lokal, tanggal 27 – 29 Agustus 2014 di Yogyakarta.

Bersama seorang fasilitator, mbak Nila Kusumawati Alison dari Women Research Institut (WRI) Jakarta, kami bergumul dalam proses training selama tiga hari sampai menghasilkan apa yang disebut protokol penelitian dengan topic guide interviewnya. Ini adalah panduan kami dalam melakukan “penelitian” mulai dari pengumpulan data, analisa data, hingga menuliskan laporan hasil penelitian tersebut.

Peserta juga diajari membuat panduan pertanyaan penelitian
Peserta juga diajari membuat panduan pertanyaan penelitian

Kami pun belajar melakukan penelitian yang disebut sebagai penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengkaji perspektif partisipan dengan strategi-strategi yang bersifat interaktif dan fleksibel. Penelitian kualitatif ini ditujukan untuk memahami fenomena-fenomena sosial dari sudut pandang partisip (subyek yang diteliti). Begitu pengetahuan yang kami peroleh tentang apa itu penelitian kualitatif, melalui diskusi dan tanya-jawab dengan fasilitator kami dalam training.

Proses memulai penelitian ini, sedang kami catat dan tentu akan kami ceritakan nanti, sebagai bagian dari dokumentasi proses kegiatan, sekaligus pembelajaran.***



[1] Unit usaha pengolahan kakao baru mulai dirintis tahun 2014 bekerjasama dengan Serikat Tani Kulon Progo.

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here