Beranda Dinamika Gerakan

Perumusan Modul Pelatihan Kepemimpinan Perempuan

251
BERBAGI

Selama ini, masyarakat (apalagi kaum perempuan) sering mengalami kesulitan untuk berpartisipasi dalam proses perencanaan dan pembahasan anggaran. Kalaupun terlibat, seringkali hanya terlibat pada mekanisme penjaringan aspirasi masyarakat yang dilakukan  bulan Mei hingga Juni, sebagai justifikasi adanya partisipasi masyarakat dalam proses anggaran. Sudah begitu, aspirasi masyarakat seringkali tidak tertampung dalam prioritas anggaran dan selanjutnya, masyarakat tidak pula dapat mengontrol implementasi dari anggaran dan melakukan evaluasi sejauh mana anggaran negara telah dapat mengurangi angka kemiskinan.

Begitulah. Persoalan anggaran seringkali hanya menjadi urusan di tingkat eksekutif dan legislatif. Padahal kebijakan pemerintah harus diorientasikan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat, menuangkannya ke dalam anggaran yang berpihak pada rakyat miskin, termasuk kaum perempuan sebagai kelompok masyarakat yang rentan miskin.

Sayangnya, kita tidak mungkin menunggu motivasi dari pemerintah untuk melibatkan masyarakat secara maksimal dalam proses penganggaran. Masyarakat sendirilah yang harus bergerak, membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengakses apa yang menjadi haknya dalam anggaran publik.

Dalam konteks inilah HAPSARI perlu menyiapkan kader-kader perempuan pemimpin yang mampu mendorong komunitasnya bergerak aktif untuk terlibat dalam perencanaan anggaran pemerintah (di hulu) dan memastikan penggunaannya untuk melayani  kebutuhan perempuan secara maksimal.

Oleh karena itu, HAPSARI memulainya dengan penyelenggaraan Lokakarya Perumusan Modul Pelatihan Kepemimpinan (Perempuan) untuk Mengawal Penggunaan Anggaran Publik sebagai langkah awal kerja-kerja advokasi penggunaan anggaran publik yang lebih berorientasi pada pemenuhan kebutuhan rakyat, khususnya perempuan. Harapannya, komunitas anggota HAPSARI mampu melakukan pemantauan/monitoring penggunaan anggaran agar lebih transparan, sekaligus memiliki kemampuan mengakses informasi dan anggaran publik untuk mendukung berbagai program pemberdayaan perempuan.

Kegiatan ini bertujuan untuk :

  • Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang kepemimpinan perempuan dan penggunaan anggaran publik untuk kepentingan perempuan.
  • Meningkatkan pemahaman konseptual tentang modul, sebagai panduan dalam kegiatan pelatihan.
  • Menghasilkan kerangka penulisan Modul Pelatihan Kepemimpinan untuk Mengawal Penggunaan Anggaran Publik yang akan digunakan dalam Training of Trainer (ToT) untuk Kader-kader HAPSARI.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 25 -28 Juli 2018 ini, diikuti oleh 20 orang peserta yang merupakan utusan dari serikat-serikat anggota HAPSARI di Sumut, DIY dan Jawa Tengah. Mereka adalah kader-kader perempuan pemimpin yang juga akan dipersiapkan menjadi fasilitator pendidikan di komunitas, menggunakan modul yang dihasilkan dari kegiatan ini. Fasilitator kegiatan ini adalah Susi Handayani, Yayasan PUPA Bengkulu, Riani dan Lely Zailani dari HAPSARI serta Narasumber, Iswan Kaputra, Bitra Indonesia Sumut.***

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here