Beranda O R G A N I S A S I Tentang Kami Kongres Pertama

Kongres Pertama

“Membangun Organisasi Perempuan yang Demokratis dan Mandiri”

Peserta Kongres I HAPSARI Photo Bersama
Peserta Kongres I HAPSARI Photo Bersama

Ini adalah Kongres I yang memutuskan dileburnya (disatukannya) organisasi HAPSARI yang waktu itu berbentuk yayasan dengan SPI Sumut yang berbentuk serikat (perkumpulan). Nama organisasi baru hasil peleburan ini adalah : HAPSARI-Federasi Serikat Perempuan Merdeka, atau disingkat menjadi HAPSARI-FSPM. Setelah Kongres pertama ini, mulai mudah bagi HAPSARI mengelola organisasi, karena bentuknya semakin jelas. Federasi, yaitu organisasi yang anggotanya bukan individu-individu, melainkan serikat-serikat perempuan di tingkat kabupaten. Jadi, tidak ada lagi SPI Sumut, yang ada SPI di kabupaten-kabupaten.

Kongres I  ini dilaksanakan di Lubuk Pakam pada tanggal 8-10 Nopember 2001 di hadiri 43 orang. Peserta Kongres adalah utusan dari : SPI Kabupaten Deli Serdang, SPI Kabupaten Labuhan Batu, SPI Kabupaten Simalungun, SP Deli Serdang, OWA Palembang, dan SPI Kabupaten Langkat.

Terpilih sebagai Dewan Eksekutif Federasi untuk periode 2001-2004 adalah :  Lely Zailani (HAPSARI) sebagai Ketua, Mardiana (SPI Deli Serdang) sebagai Sekretaris dan Ibu Rusmiani Saragih (SPI Simalungun) sebagai Bendahara. Selain itu juga diangkat Dewan Perwakilan Anggota yaitu utusan dari Serikat-serikat Pendiri dan Anggota HAPSARI-FSPM.

Setelah Kongres di Lubuk Pakam, dilanjutkan dengan acara deklarasi (pernyataan pemberitahuan) keberadaan HAPSARI-FSPM Tanggal 11 Nopember 2001 di Pendopo USU Medan. Waktu itu, Pendopo USU dipilih sebagai tempat deklarasi, karena adanya “semangat” untuk menyampaikan pemberitahuan di tempat yang kesannya “intelek”, karena itu Pendopo Kampus USU, tempat orang-orang sekolahan dan orang pintar. HAPSARI ingin anggotanya juga nanti semakin pintar. Lagi pula waktu itu, HAPSARI mempunyai teman, namanya Ibu Asima Yanti Siahaan, dosen di USU yang membantu mengurus izin penggunaan tempat deklarasi.

Peserta yang hadir sebanyak 200 orang, terdiri dari anggota SPI Deli Serdang, SPI Labuhan Batu, SPI Simalungun dan SPI Langkat. Juga hadir undangan dari bebarapa organisasi massa di Sumatera Utara seperti Serikat Buruh Kebun Indonesia, Serikat Nelayan Merdeka, Kelompok Pelajar, kelompok mahasiswa, ornop, seniman serta dari kalangan pers. Pada saat dilaksanakannya deklarasi ada 12 orang peninjau dari Jakarta, Lombok dan Aceh.

Deklarasi ini diisi juga dengan diskusi : “Membangun Organisasi Perempuan yang Demokratis dan Mandiri” dengan 2 orang Narasumber yaitu : Ibu Zohra Andi Baso dari Makasar dan Ibu Lena Simanjuntak Mertes dari Forum Koln-Jerman, dan Ibu Ade Indriani dari OWA-Palembang sebagai moderatornya. Tampil pula teater perempuan SPI yang berjudul : ”Jalanku”.***