Beranda O R G A N I S A S I Tentang Kami Kongres Pertama

Kongres Pertama

“Membangun Organisasi Perempuan yang Demokratis dan Mandiri”

Peserta Kongres I HAPSARI Photo Bersama
Peserta Kongres I HAPSARI Photo Bersama

Kongres I HAPSARI inilah yang memutuskan dileburnya (disatukannya) organisasi  yayasan HAPSARI dengan Serikat Perempuan Independen (SPI) Sumut yang berbentuk serikat (perkumpulan). Peleburan dua organisasi ini merupakan keputusan atau pilihan bentuk organisasi yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan internal dan merespon dinamika eksternal organisasi. Bentuk yang paling sesuai adalah Federasi.

Pilihan bentuk organisasi ini juga telah dibahas secara matang, melalui Lokakarya Pembangunan Bentuk dan Desain Organisasi yang difasilitasi oleh Remdec Jakarta pada bulan Oktober sebelumnya. Dengan dua fasilitator yaitu Ayi Bunyamin, Wilarsa Budiharga dan Myra Diarsi.

Nama organisasi baru hasil peleburan ini adalah : HAPSARI-Federasi Serikat Perempuan Merdeka, atau disingkat menjadi HAPSARI-FSPM. Setelah Kongres pertama ini, bentuk organisasi HAPSARI adalah federasi, tidak ada lagi yayasan. Tidak ada lagi SPI Sumut, yang ada adalah SPI di kabupaten-kabupaten dan mereka inilah yang menjadi anggota federasi HAPSARI.

Kongres I  ini dilaksanakan di Lubuk Pakam tanggal 8-10 Nopember 2001 dihadiri 43 orang peserta yang merupakan utusan dari SPI Kabupaten Deli Serdang, SPI Kabupaten Labuhan Batu, SPI Kabupaten Simalungun, SP Deli Serdang, OWA Palembang, dan SPI Kabupaten Langkat.

Terpilih sebagai Dewan Eksekutif Federasi untuk periode 2001-2004 adalah :  Lely Zailani (HAPSARI) sebagai Ketua, Mardiana (SPI Deli Serdang) sebagai Sekretaris dan Ibu Rusmiani Saragih (SPI Simalungun) sebagai Bendahara. Selain itu juga diangkat Dewan Perwakilan Anggota yaitu utusan dari Serikat-serikat Pendiri dan Anggota HAPSARI-FSPM.

Setelah Kongres selesai, dilanjutkan dengan acara Deklarasi HAPSARI-FSPM tanggal 11 Nopember 2001 di Pendopo USU Medan. Bagi organisasi perempuan rumput seperti HAPSARI, mengakses Pendopo USU bukanlah suatu hal yang mudah, karena kami bukanlah siapa-siapa. Namun, perkenalan HAPSARI dengan Kak Ashima Yanti Siahaan (Dosen USU) memungkinkan kami menempati Pendopo USU untuk Deklarasi keberadaan HAPSARI-FSPM.

Pendopo USU dipilih dan diupayakan sebagai tempat deklarasi, karena adanya spirit untuk menyampaikan pemberitahuan kepada publik, bahwa HAPSARI adalah organisasi tempat belajar bagi kaum perempuan akar rumput dan suatu saaat, anak-anak Kami harus belajar hingga ke jenjang perguruan tinggi, kuliah di USU.

Peserta yang hadir dalam Deklarasi ini sebanyak 200 orang, berasal dari komunitas anggota SPI Deli Serdang, SPI Labuhan Batu, SPI Simalungun dan SPI Langkat. Juga hadir undangan dari bebarapa organisasi massa di Sumatera Utara seperti Serikat Buruh Kebun (SerBuK) Indonesia, Serikat Nelayan Merdeka (SNM) Sumut, Kelompok Pelajar, Mahasiswa, kalangan Organisasi Non Pemerintah, seniman serta dari kalangan pers. Hadir pula dalam deklarasi ini 12 orang peninjau dari Jakarta, Lombok dan Aceh.

Deklarasi ini diisi juga dengan Seminar : “Membangun Organisasi Perempuan yang Demokratis dan Mandiri” dengan 2 orang Narasumber yaitu : Ibu Zohra Andi Baso dari Makasar dan Ibu Lena Simanjuntak Mertes dari Forum Koln-Jerman, dan Ibu Ade Indriani dari OWA-Palembang sebagai moderatornya.

Dan, tentu saja tampil Teater Perempuan HAPSARI mementaskan pertunjukan berjudul : ”J A L A N K  U”. ***