Beranda O R G A N I S A S I Tentang Kami Kongres Ke-dua

Kongres Ke-dua

“Organisasi Perempuan dan Gerakan Perubahan Sosial”

Kongres II HAPSARI dilaksanakan di Desa Sukasari kecamatan Perbaungan, kabupaten Serdang Bedagai. Dipilihnya Desa Sukasari sebagai tempat pelaksanaan Kongres adalah karena adanya semangat untuk mengingat dan menapak kembali sejarah, bahwa cikal-bakal HAPSARI tumbuh dari desa ini.

Selama Kongres berlangsung, seluruh peserta tidur (menginap) di rumah-rumah penduduk yang ada di sekitar lokasi Kongres. Kongres sendiri dilakukan di tanah lapang sepak bola Desa Sukasari. Peserta juga makan dari nasi bungkus yang dibeli dari penduduk setempat, yang menyumbangkan nasi bungkus secara bergiliran dari beberapa dusun.

Ada 45 orang peserta yang hadir dalam Kongres II ini, mewakili SPI Deli Serdang-Serdang Bedagai, SPPN Sergai, SPI Labuhanbatu, SPI Simalungun, SP Deli Serdang dan OWA Palembang. Dalam rangkaian acara Kongres tersebut, dilaksanakan berbagai kegiatan, antara lain ; Perlombaan Kebersihan dan Keindahan antar Dusun, Pawai Peserta Kongres mengelilingi jalan-jalan utama Desa Sukasari, Pameran Organisasi dan Bunga, serta Pementasan Teater Perempuan SPI.

Kalau dicermati, Kongres II ini betul-betul sebagai tempat para pengurus organisasi (serikat anggota HAPSARI) dan kader-kader perempuan mulai belajar memimpin sidang, belajar melaksanakan proses-proses kongres secara mandiri, dan belajar berdebat sebelum memutuskannya menjadi ketetapan Kongres. Ada tujuh (7) orang kader perempuan yang bergantian memimpin siding-sidang pleno, walaupun sesekali mereka melakukan kesalahan, misalnya sudah mengetukkan palu sebelum keputusan diambil. Bahkan sering lupa membuka dan menutup sidang, walaupun palu sudah diketukkan.

Secara khusus, Kongres II ini melakukan evaluasi terhadap perjalanan tahap pertama organisasi yang sudah berbentuk federasi. Hal-hal yang dinilai kurang tepat, baik itu mekanisme organisasi, struktur kepengurusan dan program-program strategis ditinjau ulang di sini. Sewaktu Ketua Dewan Eksekutif menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban Program dan Keuangan, tidak langsung ditanggapi oleh peserta. Tetapi, tanggapan peserta disampaikan setelah Laporan itu dibahas dulu dalam Rapat Komisi yang dilakukan oleh setiap serikat. Barulah kemudian tanggapan mereka disampaikan mewakili serikatnya masing-masing.

Ada beberapa perubahan penting yang diputuskan, antara lain :

  • Dirubahnya istilah Dewan Eksekutif menjadi Pelaksana Harian,
  • Dirubahnya sebutan HAPSARI-Federasi Serikat Perempuan Merdeka (HAPSARI-FSPM) menjadi Himpunan Serikat Perempuan Indonesia, tetapi tetap disebut HAPSARI,
  • Struktur organisasi HAPSARI diputuskan terdiri dari : Kongres, sebagai rapat pengambilan keputusan tertinggi anggota, Dewan Perwakilan Anggota (DPA) dan Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO). Untuk pertama kalinya, DPO HAPSARI adalah Ibu Arimbi Heroepoetri, Ibu Taty Krisnawati dan Ibu Lely Zailani.
  • Diputuskan juga mulai saat itu, HAPSARI bukan lagi sebagai HAPSARI Sumut, tetapi menjadi Indonesia (Himpunan Serikat Perempuan Indonesia), karena bercita-cita, suatu saat nanti anggota HAPSARI ada di seluruh Indonesia.
  • Diputuskannya program strategis HAPSARI yang antara lain ; Menumbuhkan gerakan perubahan sosial dan budaya dan mengupayakan perempuan duduk di posisi pengambilan keputusan.

Akhirnya melalui Kongres II tersebut, terpilihlah DPA HAPSARI yang terdiri dari :

  1. Mardiana (SPI Deli Serdang) sebagai Koordinator,
  2. Sutini (SPI Labuhanbatu)
  3. Rusmiani Br.Saragih (SPI Simalungun)
  4. Asriyanti (SP Deli Serdang)
  5. Siti Ansyuro (SP Deli Serdang)
  6. Dian Sari Rahayu (Perserikatan OWA Palembang)

DPA kemudian mengadakan Rapat dan mengangkat 3 orang sebagai Pelaksana Harian, yaitu :

  • Zulfa Suja (Ketua)
  • Nurdaningsih (Wakil Ketua)
  • Andriati (Sekretaris)
  • Su Indrawati (Bendahara)

***