Beranda Dinamika Gerakan

Indonesia Civil Society Forum 2018

206
BERBAGI

Dengan dukungan sponsor dari The Ford Foundation, Kak Lely Zailani, Ketua Dewan Perwakilan Anggota (DPA) HAPSARI menghadiri pertemuan Indonesia Civil Society Forum 2018 (ICSF 2018) di Jakarta. ICSF adalah forum pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat kapasitas dan keberlanjutan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) Indonesia, memperkuat kemampuan untuk membantu Indonesia mencapai tujuan pembangunannya. Pertemuan ini dilaksanakan selama dua hari

“Jaringan OMS yang terampil, strategis dan berkelanjutan merupakan bagian integral untuk memajukan pembangunan Indonesia dan juga tulang punggung demokrasi yang dinamis. Melalui USAID, Pemerintah Amerika Serikat bangga dapat berkontribusi terhadap ICSF 2018 dan lebih luas lagi untuk demokrasi Indonesia yang lebih kuat. Kami menegaskan dan mendukung peran penting organisasi masyarakat sipil dalam proses ini, terutama di tingkat daerah, dimana begitu banyak interaksi kunci antara pemerintah dan warga negara terjadi,” demikian kata Direktur USAID/Indonesia Erin E. McKee.

Selama dua hari (14 – 15 Nopember 2018) pertemuan tersebut, peserta melakukan refleksi tentang berbagai isu kunci yang dihadapi OMS Indonesia setelah 20 tahun Reformasi, sebagai peristiwa bersejarah bangi bangsa Indonesia. Ada dua isu kunci yang dibahas secara serius yang dianggap sangat berdampak pada kekuatan OMS Indonesia, yaitu kapasitas dan keberlanjutan.

Dari kedua topic ini, berkembang diskusi-diskusi fokus dalam kelas-kelas khusus yang lebih jauh membahas  ketergantungan OMS terhadap donor, kesenjangan kapasitas/keterampilan antar OMS (lama dan baru), kaderisasi kepemimpina, idiologi gerakan, serta masih sulitnya membangun pendanaan berkelanjutan dan kemitraan strategis antara OMS dan pemerintah.***

 

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here