Beranda Dinamika Gerakan

Grogi tapi Begitu Percaya Diri

178
BERBAGI

Berjalan menuju Lt.8 Gedung Nusantara III Senayan Jakarta - CopyFederasiHapsari: Secara kultural, sebagian besar masyarakat masih dipengaruhi secara kuat oleh budaya yang berideologi patriarki; menempatkan perempuan secara tradisional di ruang domestik, sehingga tidak dianggap perlu mengakses pengetahuan berusaha, di luar ruang lingkup domestiknya. Kondisi ini menimbulkan ketimpangan struktural berupa keterbatasan kaum perempuan untuk  memperoleh pendidikan, memperoleh akses ekonomi (misalnya bekerja untuk memperoleh penghasilan dan bukan sebatas menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga), berorganisasi, berdialog dengan pemerintah dan dewan perwakilan, dan lain sebagainya masih tetap berlaku.

Itulah kenapa ketika salah satu kegiatan program yang dirancang HAPSARI adalah melakukan audiensi (berkunjung dan berdialog) dengan kalangan dewan perwakilan tingkat nasional, para pengurus HAPSARI sendiri yang seluruhnya dari kalangan perempuan basis menjadi grogi dan cemas: “Apa kita akan diterima? Siapa yang harus didatangi?” itulah pertanyaan yang mengganggu.

Audiensi diterima oleh Wakil Ketua DPD-RI 2009-2014 - CopyLebih dua bulan persiapan dilakukan; mulai dari menghubungi teman-teman jaringan HAPSARI di tingkat nasional, bertemu dengan mereka dan berdiskusi bagaimana proses melakukan audiensi, sampai mencari data-data melalui internet, siapa legislatif yang tepat untuk didatangi dan apa alasan kedatangan nanti.

Dan proses itu pun dijalankan. Pengalaman pertama; surat permohonan audiensi yang dimasukkan ke sekretariat dewan sesuai komisi yang dituju; tidak ada arsipnya! Kata staf di sana, belum ada surat masuk. Lalu dimasukkan surat kedua; tanggapannya adalah “ada masa reses, dewan sedang melakukan kunjungan kerja, rapat, dan seterusnya”

Sampai kami disadarkan oleh seorang Staf Ahli di kantor Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah; “Gak bisa main sendiri, harus bekerjasama dengan jaringan di tingkat nasional, HAPSARI kan di daerah. Bangunlah jaringan dan kerjasama dengan teman-teman yang ada di Jakarta,”

Aha…..kami baru sadar; begitu percaya dirinya kami untuk mencoba melewati prosedur formal sendiri, dalam kondisi birokrasi yang buruk dan watak para politisi yang tidak “begitu dekat, begitu nyata” dengan konstituennya.suasana-1 - Copy

Setelah proses dan prosedur formal kami lalui; akhirnya kami berhasil memasuki Istana Senayan Jakarta. Jam 11.00 WIB kami dijanjikan diterima oleh Ibu Wakil Ketua DPD-RI, Gusti Kanjeng Ratu Kemas. Tapi jam 09.00 WIB kami sudah sampai di Gedung Nusantara III, berjalan berkeliling, photo-photo, lalu menuju lantai delapan. Jam 10.00 WIB kami sudah masuk dalam ruangan rapat dimana Ibu Wakil Ketua DPD akan menerima kami pada jam 11.00 dan terjadilah dialog yang penuh empati itu. Selanjutnya, jam 15.00 – 14.30 WIB, kami sudah berada di Ruangan Kantor Fraksi PAN, juga diterima dan berdialog dengan empati.

Kesimpulan sementara : “Nampaknya suatu hari nanti harus ada salah satu dari kami yang berkantor di sini”. Bukan perempuan basis pelaku gerakan namanya kalau mudah menyerah.***

Komentar Via Facebook

3 KOMENTAR

  1. Wooww… Selamat utk Kak Sri, Kak Lely, dan teman2 HAPSARI, atas langkah besar ini…!!! Penuturan yang sangat menarik, Kak. Apa hasil diskusi teman-teman dengan Kanjeng Ratu Hemas dan Fraksi PAN? Berdebar-debar deh menunggu kisah selanjutnya…. 🙂 Bravo, HAPSARI…!!

    • Waduh Ibu Yoenarsih Nazar, terimakasih sudah mampir ke website HAPSARI. Terimkasih juga komentarnya yang membuat berita kegiatan itu jadi istimewa! Pokoknya, dari Ibu Ratu Hemas, sambutannya positif, komitmennya nyata dengan ucapan dan tindakan. Kami akan menindak lanjutinya dan beliau menunggu HAPSARI lebih aktif memanfaatkan akses yang akan beliau buka-kan. Mantap-lah Bu. Fraksi PAN? Selain komitmen untuk hadir dalam Forum Dialog Nasional tanggal 30 Maret, juga mendukung pencaleg-kan dari Kader-kader HAPSARI di daerah (jika ada)….***

  2. Mantaaappp… Semoga teman-teman dari HAPSARI lolos dan terpilih. Akan sangat strategis bila teman-teman bisa berjuang di tempat yang memungkinkan bagi teman-teman terlibat langsung dalam pembuatan keputusan2/ kebijakan2 yang dapat mempengaruhi (alias meningkatkan 🙂 ) kesejahteraan orang banyak. Hidup perempuan basis, horas perempuan Indonesia…!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here