Beranda Dinamika Gerakan

Dialog Hasil Survey HFIAS

200
BERBAGI

Tanggapan dari Wakil Bupati Sergai
Tanggapan dari Wakil Bupati Sergai

FederasiHapsari:

Salah satu kegiatan program HAPSARI bekerjasama dengan ICCO Kerk in Actie (Juli 2012 – Juni 2013) adalah Survey Ketahanan Pangan Rumah Tangga di kecamatan Teluk Mengkudu dan Kecamatan Pantai Cermin kabupaten Serdang Bedagai menggunakan metoda HFIAS (Household Food Insecurity Access Scale) atau Skala Akses Kerawanan Pangan Rumah Tangga didampingin tenaga ahli, Erika Pardede & Samse Pandiangan dari Universitas Nommensen.Survey ini mengambil sample dari 118 rumah tangga anggota Serikat Perempuan Petani dan Nelayan (SPPN) di desa Bogak Besar dan Desa Kotapari dengan hitungan dan defenisi berdasarkan metode proporsional sample randomTujuan dilakukannya survey adalah untuk mendapatkan data dasar tentang kondisi nyata masyarakat yang terkait ketahanan pangan rumah tangga. Sebagaimana tertuang dalam UU No.18/2012 tentang Pangan, Ketahanan Pangan adalah : adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.

Penjelasan Kegiatan oleh Riani, PH HAPSARI
Penjelasan Kegiatan oleh Riani, PH HAPSARI

HAPSARI merasa penting mendialogkan hasil-hasil survey tersebut, secara khusus dengan pemerintah daerah dan legislative di kabupaten Serdang Bedagai. Apalagi di kabupaten Serdang Bedagai baru saja dilantik Wakil Bupati yang baru dari kalangan sipil. Penting bagi HAPSARI untuk mengajak dialog untuk membuka akses kerjasama di masa-masa yang akan datang. Oleh karena itulah maka HAPSARI merancang kegiatan Dialog dan Workshop : Ketidak Tahanan Pangan (Akses) di Serdang Bedagai dan Kerjasama Multi Pihak untuk Melakukan Aksi.

Presentasi Hasil Survey oleh Rusmawati, DPN HAPSARI
Presentasi Hasil Survey oleh Rusmawati, DPN HAPSARI

Kegiatan ini bertujuan untuk :

  1. Mendapat tanggapan umum terkait hasil survey, dari pemerintah, dewan perwakilan dan mitra di kab.Serdang Bedagai.

  2. Menemukan kemungkinan melakukan kerjasama antar HAPSARI,pemerintah daerah dan dewan perwakilan di kabupaten Serdang Bedagai.

  3. Bahan rekomendasi untuk dibahas lebih lanjut dalam workshop internal HAPSARI untuk menyusun Rencana Tindak Lanjut Program.

Pada sesi Dialog hadir dari kalangan Pemerintah Daerah yang kami posisikan sebagai Narasumber untuk memberikan tanggapan terhadap presentasi hasil survey yang dilakukan HAPSARI.

Mereka yang hadir adalah :

 1.      Sahrianto, SH                : Wakil Bupati Sergai

 2.      Djamal Agustam           : Staf Ahli Bupati Sergai

 3.      Mulyono,S                      : Dinas Kelautan dan Perikanan

 4.      Tomu Lumbantungkup: Dinas Kehutanan

 5.      Jurna Elvida SE         : Badan Pemberdayaan Perempuan, Anak dan KB

 6.      T.M. Fahroq                    : Dinas Pertanian

Hadir juga dalam dialog ini Kepala Desa Kota Pari dan Camat pantai Cermin. Sesi dialog dipandu oleh salah seorang Dewan Pengurus HAPSARI sebagai moderator (Rusmawati) serta Istuti Laili Lubis dan Riani Fasilitator dalam sesi workshop.

Ringkasan Hasil Kegiatan

Setelah Ibu Riani menyampaikan Hasil Survey melalui pemutaran Video Pendek dan presentasi menggunakan Power Point, lalu kepada seluruh Narasumber kami persilahkan untuk menyampaikan tanggapannya.

Berikut ini ringkasannya :

1.      Sahrianto, SH (Wakil Bupati Sergai) :

  • Berterimakasih kepada HAPSARI untuk informasi yang sudah disampaikan, terkait adanya kondisi (ancaman) rawan pangan di kabupaten serdang Bedagai.

  • Meminta kepada Dinas-dinas untuk menindaklanjuti hasil survey yang sudah dilakukan oleh HAPSARI. Miris mendengarnya “ketidak tahanan pangan” dan ini adalah ancaman.

  • Sergai cukup mempunyai potensi sumberdaya alam untuk ketahanan pangan. Oleh karena itu, kita perlu melakukan kerjasama; apa yang bisa kita lakukan bersama untuk mengatasi ancaman rawan pangan ini, misalnya antara HAPSARI dengan dinas-dinas terkait. Mari kita rencanakan bersama.

2.      Djamal Agustam (Staf Ahli Bupati Sergai) :

  • Apa yang sudah dilakukan oleh HAPSARI sangat membantu pemerintah, jadi berikan saja informasi (Hasil Survey tersebut) secara resmi ke Bupati, nanti Bupati yang akan menindaklanjuti kepada dinas-dinas untuk membuat program yang menjawab kebutuhan masyarakat.

3.      Mulyono,S (Dinas Perikanan dan Kelautan Sergai) :

Peserta Dialog
Peserta Dialog

 

  • Untuk mengatasi rawan pangan memang kita harus mengupayakan sumber pangan dan meningkatkan ekonomi rumah tangga. Di Dinas Perikanan dan Kelautan mempunyai 4 program : budidaya ikan tawar/payau, pengolahan hasil perikanan, pengawasan SDM/kelautan dan perikana tangkap. Saat ini Dinas Perikanan dan Kelautan sudah bermitra dengan 120 kelompok untuk peningkatan ekonomi yang masuk dalam salah satu program yaitu Pengolahan Hasil Perikanan.

  • Jadi HAPSAIRI atau serikat anggota HAPSARI dapat mengajukan program-program ke Dinas, tetapi sekarang harus melalui Musrebangdes, dan pengajuannya oleh kelompok, bukan individu. Berarti harus hadir dalam Musrenbangdes untuk mengajukan usulan dan harus masuk dalam keputusan hasil Musrenbangdes tersebut.

4.      Tomu Lumbantungkup (Dinas Kehutanan Sergai):

  • Program kami adalah penghijauan. Untuk program ini kami siap membantu jika Ibu-ibu mau mengajukan program untuk penanaman bakau. Kami juga memberikan pelatihan-pelatihan  pengolahan makanan (dari tanaman pesisir).

  • Mungkin ini tidak secara langsung mengatasi rawan pangan, tetapi dapat menambah penghasilan atau menambah sumber-sumber pangan kita di sekitar lingkungan.

5.      Badan PPAKB (Jurna Elvida SE) :

  • Untuk mengantisipasi kerawanan pangan, Badan Pemberdayaan Perempuan mempunyai program untuk peningkatan ekonomi. Diantaranya pelatihan membuat makanan olahan, misalnya kerupuk jeruju yang ada di pesisir.

6.      TM. Fahroq (Dinas Pertanian Sergai) :

  • Sebenarnya di kabupaten Sergai sekarang ini sudah swasembada beras. Mestinya ini berarti tidak ada lagi masalah rawan pangan. Kami juga mempunyai program peningkatan Ketahanan Pangan.

  • Jadi, hasil survey HAPSARI tadi sungguh mengejutkan kami juga. Dan memang kita harus bekerjasama untuk melakukan sesuatu.

 Rencana Tindak Lanjut :

1.       Menyampaikan hasil-hasil survey secara resmi kepada Bupati Kab,Serdang Bedagai, berikut rekomendasi hasil dialog ini.

2.       Melakukan Pemetaan Potensi Sumberdaya di Wilayah Anggota untuk Penguatan Akses Pangan.

3.       Merancang Program Strategis Penguatan Akses Pangan Rumah Tangga;

àPendekatan satu produk di satu komunitas (One Product One Village) seperti di Jogyakarta.

4.       Melakukan Dialog – Audiensi dengan Pemkab untuk Membangun Kerjasama Program.

 

***

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here