Beranda Kisah Kami

Cerita Duka, Cerita Kita

132
BERBAGI

IMG-20130921-WA000Pesisir adalah daerah yang identik dengan kemiskinan. Masyarakat di kawasan pesisir umumnya bekerja  sebagai nelaylan . Cuaca di laut sangat mempengaruhi hasil tangkapan mereka apabila ombak dan angin tidak bersahabat sudah pasti hasil tangkapan juga berkurang dan bahkan tidak mendapat apa – apa (pulang dengan tangan kosong).  Selain masalah cuaca para nelayan ini juga harus bersaing dengan Trawl (Pukat Harimau) yang mencari ikan di kawasan nelayan tradisional.

Berdasarkan Undang – Undang Kelautan Kapal Trawl ini boleh beroprasi dengan jarak 3 mil dari bibir pantai, namun kenyataan nya kapal trawl ini masih banyak yang beroprasi di daerah nelayan tradisional. Jaring Trawl ini dapat menangkap ikan berbagai ukuran, mulai dari yang kecil sampai yang besar bahkan terumbu karang juga ikut terperangkap kedalam jaring trawl tersebut.

Menurut cerita nelayan tradisional di Desa Nagalawan, Serdang Bedagai tak jarang mereka harus bentrok di tengah laut dengan Trawl tersebut, Bahkan sudah banyak nelayan tradisonal yang menjadi korban keganasan Trawl tersebut. Sampan Nelayan tradisional  yang lebih kecil sering di tabrak oleh kapal Trawl yang menyebabkan sampan nelan karam yang berakhir  dengan meninggalnya nelayan  di tengah laut dan jasadnya tidak di temukan.

Sebagai tindak lanjut dari kegagalan Kader HAPSARI di kompetisi Film Dokumenter “Eagle Award Documentary Competition Metro Tv 2013” Bulan Juli lalu  yang hanya mampu masuk 10 Besar dari  50 Judul Proposal Terbaik., Pada bulan September ini tepatnya tangal 13 September 2013 pihak Metro tv mengirimkan 2 orang perwakilan untuk memproduksi Film Dokumenter yang mengangkat cerita tentang Trawl seperti yang sudah di jelaskan di atas.

Film ini Di Sutradarai Oleh MUTIARA PARAMITHA ANDIKA ( Sebagai Juara 1 Eagle Award Documentary Competition Metro Tv Tahun 2011 dengan Judul Film “Presiden Republik Abu-Abu) dan Kameramen  Budiyanto (Sebagai Finalis Eagle Award Documentary Competition Metro Tv Tahun 2010 dengan Judul Film “Dongeng Ajaib”) dan di bantu Oleh 2 orang Kader HAPSARI M.RIZKY SYAHFADILA dan KARTIKA AYU BR.GINTING Sebagai Basic Story Dan Mengangkat Judul “DUKA DI TENGAH LAUT”.

Proses Syuting Film ini memakan waktu 7 hari. Subjek dari film ini adalah Ibu Masriani Dinama beliau adalah Anggota Serikat Perempuan Petani dan Nelayan (SPPN SERGAI) dan Anaknya Dewi beserta Suaminya Didi Sastra. Ibu Masriani adalah seorang janda, suaminya meninggal di tabrak Trawl di tengah laut dan jasadnya di temukan di Belawan Dengan Keadaan tercabik – cabik.

Inti dari film ini adalah untuk menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa kehidupan di tengah laut itu sangat ganas , Trawl meraja lela dan tidak ada upaya dari pemerintah untuk menindak trawl-trawl yang Beroprasi melanggar Batas yang telah di tetapkan, dan kematian Nelayan di tengah laut karena ulah trawl ini seakan menjadi angin lalu yang lambat laut menghilang dan tidak ada tindak lanjut. Saat ini film tersebut masih dalam tahap pasca Produksi dan Insyaallah Film ini  dapat kita saksikan Bersama pada tanggal 18 Oktober 2013 tepatnya di acara EAGLE DOC SERIES yang di siarkan langsung oleh stasiun Televisi Metro tv setiap hari jum’at Pukul 23.00 WIB.***

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here