Beranda Kisah Kami

40 Tahun Dalam Derita Perkawinan

67
BERBAGI

Ini kisah tentang Mak Ires, perempuan 55 tahun yang sudah menikah sepanjang 40 tahun. Kisah pilu seorang perempuan yang belum pernah sepenuhnya merasa bahagia, dalam kehidupan berumah tangga. Bagaimana kisahnya? Mari kita ikuti…..

Meski mempunyai suami, Mak Ires harus bekerja keras mencari nafkah. Ia menjadi buruh cuci dan menggosok pakaian, dari rumah ke rumah.

Pada malam hari, ia masih harus bekerja menjadi pekerja rumahan, memintal tali, dengan upah tak seberapa. Tapi harus dilakukannya, karena ia membiayai sekolah dua cucunya dan keperluan rumah tangga, mulai dari bayar tagihan listrik, belanja dapur, biaya obat jika ada yang sakit, dan lain-lain.

Bukan karena penghasilan suaminya tidak cukup, tapi karena ia tidak pernah diberi uang belanja cukup, apalagi berlebih…

Suaminya memang tidak pernah melakukan kekerasan fisik. Tapi, perlakuan merendahkan dengan caci-maki, kemarahan berulang tanpa Mak Ires tau apa kesalahannya, seringkali  ia terima. Secara bathin, Mak Ires sangat menderita.

Mak IRES sudah menjalani 40 tahun usia perkawinannya, masih dengan laki-laki yang sama, yang melamarnya 40 tahun lalu. Entah mengapa, ia bertahan. Padahal, berbagai derita telah dialaminya. Mulai dari uang belanja tidak cukup, suami mabuk, judi, hingga ada perempuan lain dalam kehidupan suaminya, sudah pernah terjadi.

Hingga hari ini, Mak Ires harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, untuk dua cucunya, untuk dirinya dan untuk suaminya.

Entah apa artinya 40 tahun hidup berumah tangga, entah apa gunanya menikah, punya suami, seperti yang diimpikan semua perempuan. Jika derita bertubi-tubi, justru datang dari dalam rumah tangga yang diimpikannya.

Ia sendiri heran, entah apa yang membuatnya mampu bertahan. “Mungkin, jodohku memang panjang”, demikian katanya. Namun, kepada HAPSARI ia bercerita, bahwa sebenarnya ia sudah tidak sanggup menanggung beban batin yang selama ini ia simpan. Tapi Mak Ires tak tau, kepada siapa harus bicara? Ia tak tau, kenapa ia begitu tidak berdaya…***

Komentar Via Facebook

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here